Sebelum Jacob Blake, Ini 4 Peristiwa Polisi Amerika Rasis dan Sadis

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga turun ke jalan memprotes tewasnya George Floyd dan menggelar demo bertema Black Lives Matter di Australia pada Sabtu, 13 Juni 2020. Reuters

    Warga turun ke jalan memprotes tewasnya George Floyd dan menggelar demo bertema Black Lives Matter di Australia pada Sabtu, 13 Juni 2020. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Perilaku sadis polisi Amerika kembali terjadi dan korbannya bernama Jacob Blake. Polisi kota Kenosha, Wisconsin dengan brutal menembaki Blake dari arah belakang sebanyak 7 kali disaksikan keluarga dan 3 anaknya saat masuk ke dalam mobil dua hari lalu. 

    Tragedi Kenosha menambah panjang peristiwa kekejaman polisi Amerika terhadap khususnya warga Afrika-Amerika dalam setahun terakhir.

    Berikut 4 peristiwa sadis dan rasis polisi Amerika dalam setahun terakhir.

    1. Elijah McClain.
    Berawal pada pada 24 Agustus 2019 pukul 10.30 malam. Saat itu, McClain warga Denver, Colorado sedang berjalan menuju rumahnya dengan mengenakan masker dan menenteng bahan makanan. Polisi menerima laporan terkait kemunculan pria mencurigakan di daerah itu yang deskripsinya sesuai dengan McClain.

    Polisi menganggap McClain tidak kooperatif dan mencoba mengambil salah satu senjata api mereka. Ketiga olisi tersebut kemudian melakukan cengkeraman karotis, memberikan tekanan pada lehernya, membatasi aliran darah ke otak.

    McClain sempat tak sadarkan diri, beberapa petugas pemadam kebakaran dan petugas medis juga dipanggil untuk membantu menyuntikan McClain dengan ketamin untuk membiusnya.

    Dalam video rekaman, McClain ditahan di tanah, muntah, menangis seraya berkata: "Saya tidak bisa bernapas."

    McClain sempat mengalami serangan jantung dan dilarikan ke rumah sakit. Namun, beberapa saat kemudian, dia dinyatakan sudah tak bernyawa.

    Seorang petugas polisi dalam video yang dirilis mengakui bahwa McClain tidak melakukan kejahatan apapun sebelum penangkapan. Ketiga polisi yang mencengkeram McClain bebas dari hukuman dan kembali aktif bertugas.

    2. George Floyd.
    Bermodalkan laporan karyawan Cup Foods masuk ke operator 911 bahwa Flyod menggunakan uang palsu pecahan US$ 20 untuk berbelanja, polisi Colorado pun beraksi.

    Empat polisi yang bertugas menangkap Floyd yang sedang berjalan pulang ke rumahnya pada 25 Mei 2020. Flyod menolak masuk ke dalam mobil polisi namun dipaksa masuk dan terjadi adu gelut.

    Derek Chauvin kemudian menarik Floyd ke luar dan kemudian menjatuhkannya ke tanah dan menekuk lututnya menekan leher Floyd. Suara berat Floyd sedikitnya 16 kali berujar: Saya tidak bisa bernafas tidak dipedulikan Chauvin.

    Floyd tidak bergerak dan tewas setelah polisi ini menindih lehernya selama 8 menit 46 detik.

    Derek Chauvin dijatuhi hukuman pembunuhan tingkat dua dan tiga atas perbuatannya terhadap George Floyd.

    Peristiwa George Floyd dan Elijah McClain mendorong munculnya unjuk rasa besar-besaran di Amerika dan sejumlah negara memprotes rasisme polisi terhadap warga Afrika-Amerika dan kulit berwarna. Mereka dengan membawa slogan Black Lives Matter menuntut hukuman berat terhadap aparat polisi dan menghapus semua praktek rasisme di dunia.

    3. Andreas Guardado.
    Deputi Departemen Sheriff Los Angeles, California, menembak mati Andres Guardado, remaja usia 18 tahun pada Kamis subuh, 18 Juni 2020 di sebuah bengkel di Gardena, 400 blok Pantai Redondo Boulevard, dekat Jalan Figueroa Selatan.

    Sebanyak 6 peluru ditemukan bersarang di tubuh Guardado dan dia dinyatakan meninggal di lokasi. Tidak ada petugas kepolisian yang terluka.

    Belakangan diketahui, Guardado merupakan mahasiswa di Los Angeles Trade Technical College (LATTC) dan bekerja paruh waktu sebagai petugas keamanan di dua perusahaan. Belum diketahui apa penyebab polisi menembak mati Guardado.

    4. Empat polisi asal Colorado dipecat karena menirukan pencekikan Elijah McClain dan tewas Oktober tahun lalu. Keempat polisi yang dipecat diketahui bernama Erica Marrero, Kyle Dittrich, Jaron Jones, dan Jason Rosenblatt.

    Mereka mengabadikan parodi pencekikan McClain di media sosial dan kemudian membagikannya ke sesama polisi.

    Dari keempat polisi yang disebutkan namanya, Rosenblatt adalah personil yang terlibat langsung di perkara McClain. Ia yang memberhentikan McClain di tengah jalan karena menganggap dia berperilaku mencurigakan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.