Pemerintah Jerman Sebar Polisi dan Agen di Sekeliling Alexei Navalny

Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny di Moskow, Russia, 11 Desember 2018. Alexei Navalny saat itu sedang melakukan perjalanan dari Siberia ke Moskow setelah melakukan perjalanan kerja ke kota Tomsk. Beberapa saat terbang, pesawat kemudian mendarat darurat di Siberia. Navalny kemudian dilarikan ke rumah sakit darurat nomor 1 di kota Omsk, Siberia. REUTERS/Maxim Shemetov

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Jerman tidak terlena dengan kabar bahwa Alexei Navalny telah melewati kondisi kritis. Untuk memastikan tidak ada yang mencoba membunuhnya, Kanselir Jerman Angela Merkel telah menyebar agen intelijen dan kepolisian di sekitar kritikus asal Rusia tersebut untuk menjaganya.

Langkah tersebut menyusul temuan Rumah Sakit Charite Berlin bahwa telah ditemukan jejak zat berbahaya di tubuh Alexei Navalny. Hal itu, menurut juru bicara Merkel, Steffen Seibert, mengindikasikan bahwa memang ada pihak yang berniat meracuni Navalny dan sejauh ini dugaannya adalah Rusia.

"Ada beberapa kasus serupa di masa lalu yang melibatkan Rusia. Jadi, kami benar-benar serius menanggapi dugaan tersebut. Di sisi lain, sangat jelas bahwa langkah pengamanan harus diambil begitu Navalny tiba," ujar Steffen Seibert, pada hari Senin kemarin, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Selasa, 25 Agustus 2020.

Upaya pembunuhan terhadap sosok terkemuka Rusia dengan racun memang bukan hal baru. Dalam beberapa tahun, kasus serupa dengan Alexei Navalny banyak terjadi. Misalnya, di tahun 2018, agen ganda asal Inggris, Sergei Skripal, diracun dengan Novichok di mana tersangkanya adalah dua mantan agen dari lembaga intelijen Rusia, GRU.

Selain Sergei Skripal, ada juga kasus upaya pembunuhan terhadap Pyotr Verzilov. Pendiri Pussy Riot dan Mediazona itu, di tahun 2018, sempat diracun yang membuatnya kehilangan penglihatan, pendengaran, serta kaku. Sama seperti Alexei Navalny, ia kemudian diterbangkan ke Jerman.

Pemerintah Jerman melanjutkan bahwa mereka telah meminta Pemerintah Rusia untuk sepenuhnya menginvestigasi upaya pembunuhan terhadap Alexei Navalny. Dan, mereka mendesak agar investigasi dilangsungkan dengan transparan. "Mereka yang teridentifikasi harus dimintai pertanggungjawaban," ujar Kanselir Jerman, Angela Merkel.

Diberitakan sebelumnya, Alexei Navalny adalah kritikus asal Rusia yang mendadak jatuh koma ketika melakukan perjalanan dari Siberia ke Moskow, pada Kamis pekan lalu. Ia ditemukan dalam keadaan tersungkur di kamar mandi pesawat yang ia tumpangi.

Ia sempat dirawat di Rumah Sakit Omsk setelah pesawat yang ia tumpangi mendarat kembali di Siberia. Namun, ia tidak lama dirawat di sana karena beberapa hari kemudian dipindahkan ke Jerman. Adalah pihak keluarganya yang meminta Navalny dipindah dengan keyakinan ia akan dibiarkan mati oleh dokter di Siberia.

ISTMAN MP | AL JAZEERA


News Link: https://www.aljazeera.com/news/2020/08/german-government-navalny-poisoned-200824105845407.html






Apple Hapus Facebook-nya Rusia dari App Store, Pasang Kembali Smart Voting?

4 jam lalu

Apple Hapus Facebook-nya Rusia dari App Store, Pasang Kembali Smart Voting?

Apple melanjutkan kebijakannya atas Rusia pascaperang yang terjadi di Ukraina.


Meta Ungkap Ganggu Operasi Terbesar dari Rusia sejak Perang Ukraina

8 jam lalu

Meta Ungkap Ganggu Operasi Terbesar dari Rusia sejak Perang Ukraina

Meta melaporkan lebih dari 60 situs web yang meniru organisasi berita Eropa, diperkuat oleh jaringan akun media sosial yang juga palsu.


Insiden Nord Stream, Uni Eropa Bersumpah Lindungi Infrastruktur Energi

17 jam lalu

Insiden Nord Stream, Uni Eropa Bersumpah Lindungi Infrastruktur Energi

Uni Eropa memberikan peringatan keras jika salah satu infrastruktur energi aktif blok itu diserang.


Turki Marah dengan Ucapan Politikus Jerman Menghina Erdogan

18 jam lalu

Turki Marah dengan Ucapan Politikus Jerman Menghina Erdogan

Kubicki mengakui dia menyebut Presiden Erdogan dengan sebutan tikus got saat berpidato di sebuah kampanye


Putin Perintahkan Petani Ikut Wajib Militer ke Ukraina

18 jam lalu

Putin Perintahkan Petani Ikut Wajib Militer ke Ukraina

Perintah Putin agar petani mengikuti wajib militer ini meningkatkan risiko untuk panen Rusia pada 2023.


Rusia Caplok Wilayah Ukraina, Zelensky Telepon Sekjen NATO

19 jam lalu

Rusia Caplok Wilayah Ukraina, Zelensky Telepon Sekjen NATO

Zelensky menelepon Stoltenberg setelah pemungutan suara yang dilangsungkan di empat wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia.


Bulgaria hingga Polandia Imbau Warganya Segera Pergi dari Rusia

19 jam lalu

Bulgaria hingga Polandia Imbau Warganya Segera Pergi dari Rusia

Bulgaria, Polandia, dan Estonia mengeluarkan seruan kepada warganya untuk segera tinggalkan Rusia


Tunduk pada Tekanan AS, Turki Putuskan Hubungan dengan Bank Rusia

19 jam lalu

Tunduk pada Tekanan AS, Turki Putuskan Hubungan dengan Bank Rusia

Tiga bank Turki yang masih memproses pembayaran dengan bank Rusia, dikonfirmasi menarik diri di bawah tekanan dari Amerika Serikat


Apple Hapus Aplikasi Asal Rusia di AppStore

20 jam lalu

Apple Hapus Aplikasi Asal Rusia di AppStore

AppStore milik Apple memutuskan memblokir hampir semua aplikasi yang diterbitkan Russian VK ecosystrm.


Zelensky Sebut Referendum Rusia di Ukraina Lelucon

20 jam lalu

Zelensky Sebut Referendum Rusia di Ukraina Lelucon

Presiden Volodymyr Zelensky mengecam pemungutan suara sejumlah wilayah Ukraina yang diduduki Moskow untuk bergabung dengan Rusia.