Mengenal Cholinesterase Inhibitors, Terduga Racun untuk Alexei Navalny

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny di Moskow, Russia, 20 Juli 2020. Alexei Navalny tinggal di Moskow bersama istri dan kedua anaknya. Namanya mulai muncul di pentas politik Rusia pada 2008. Saat itu, dia mulai menulis blog mengenai dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah perusahaan besar negara. REUTERS/Shamil Zhumatov

    Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny di Moskow, Russia, 20 Juli 2020. Alexei Navalny tinggal di Moskow bersama istri dan kedua anaknya. Namanya mulai muncul di pentas politik Rusia pada 2008. Saat itu, dia mulai menulis blog mengenai dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah perusahaan besar negara. REUTERS/Shamil Zhumatov

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Sakit Charite Berlin di Jerman menyatakan bahwa Alexei Navalny diduga koma karena efek zat dalam kelompok Cholinesterase Inhibitors. Walau begitu, masih belum diketahui secara spesifik nama zat yang dipakai untuk meracuni kritikus anti-pemerintah Rusia itu. 

    "Efek dari Cholinesterase Inhibitors beberapa kali ditemukan dalam pemeriksaan di laboratorium terpisah," ujar keterangan pers dari Rumah Sakit Charite Berlin, Jerman, sebagaimana dikutip dari kantor berita Deutsche Welle pada Senin kemarin, 24 Agustus 2020.

    Cholinesterase Inhibitors bisa ditemukan dalam berbagai bentuk. Ada yang berbentuk obat-obatan, ada juga yang berupa pestisida atau agen syaraf (gas syaraf).

    Dilansir dari Pusat Informasi Bioteknologi Nasional (NBCI), Cholinesterase Inhibitors adalah obat yang biasa digunakan untuk merawa pasein Alzheimer, Parkinson, dan Dementia. Sebab, Cholinesterase Inhibitors bisa mencegah enzim di otak yang merusak Acetylcholine.

    Acetylcholine adalah zat kimia di dalam otak yang dipakai syaraf untuk berkomunikasi dari satu sel ke sel lainnya. Pada penderita Dementia atau Alzheimer, biasanya, jumlah Acetylcholine berkurang banyak sehingga hal itu harus dicegah.

    Jika Cholinesterase Inhibitors digunakan secara berlebihan atau overdosis, efeknya bisa berbahaya. Beberapa di antaranya mulai dari mengakibatkan kerusakan total pada syaraf pusat, kematian akibat gagal pernafasan, hingga lumpuh total.

    “Efek samping, terutama pada syaraf pusat, tidak dapat dihiraukan saat ini,” ujar pernyataan Rumah Sakit Charite Berlin.

    Diberitakan sebelumnya, Alexei Navalny adalah kritikus asal Rusia yang mendadak jatuh koma ketika melakukan perjalanan dari Siberia ke Moskow, pada Kamis pekan lalu. Ia ditemukan dalam keadaan tersungkur di kamar mandi pesawat yang ia tumpangi.

    Ia sempat dirawat di Rumah Sakit Omsk setelah pesawat yang ia tumpangi mendarat kembali di Siberia. Namun, ia tidak lama dirawat di sana karena beberapa hari kemudian dipindahkan ke Jerman. Adalah pihak keluarganya yang meminta Navalny dipindah dengan keyakinan ia akan dibiarkan mati oleh dokter di Siberia.


    FERDINAND ANDRE | DW


    News Link: 
    https://www.dw.com/en/berlin-hospital-says-alexei-navalny-was-likely-poisoned/a-54679649
    https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK544336/


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.