Suha Arafat, Janda Mendiang Yasser Arafat Memohon Maaf ke Pemimpin UEA

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suha Arafat dan suaminya Yasser Arafat, pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina atau PLO. [NBC]

    Suha Arafat dan suaminya Yasser Arafat, pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina atau PLO. [NBC]

    TEMPO.CO, Jakarta - Suha Arafat, istri mendiang Yasser Arafat yang memimpin organisasi pembebasan Palestina atau PLO memohon maaf kepada Uni Emirat Arab atas unjuk rasa warga Palestina yang membakar bendera UEA dan menghina simbol negara itu.

    Unjuk rasa di Palestina terjadi pada hari Jumat, 21 Agustus 2020 menanggapi normalisasi hubungan Israel dengan UEA. Sebagai balasan, Israel menghentikan sementara pencaplokan wilayah Palestina.

    "Saya ingin memohon maaf, atas nama orang Palestina terhormat, kepada rakyat Emirat dan pemimpin mereka atas penodaan dan pembakaran bendera UEA di Yerusalem dan Palestina dan penghinaan terhadap simbol negara UEA," tulis Suha Arafat di akun Instagram miliknya, sebagaimana dikutip dari Al Aarabiya, 22 Agustus 2020.

    Suha Arafat menggungah foto pertemuan suaminya Yasser Arafat dengan pemimpin UEA Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan. 

    "Perbedaan pendapat tidak merusak persahabatan," tulis Suha Arafat.

    Dia kemudian mendesak orang-orang untuk membaca sejarah agar lebih banyak belajar tentang bagaimana UEA sebelumnya terus mendukung rakyat Palestina.

    Israel dan UEA membuat pernyataan bersama pada 13 Agustus 2020 tentang kesepakatan yang dicapai tentang normalisasi hubungan kedua negara. Israel sepakat akan menghentikan aneksasi terhadap wlayah Palestina.

    Keduanya memandang normalisasi hubungan ini akan membawa perdamaian di kawasan Timur Tengah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.