Keluarga Alexei Navalny Tuding Rumah Sakit Ingin Hilangkan Jejak Racun

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny di Moskow, Russia, 11 Desember 2018. Alexei Navalny saat itu sedang melakukan perjalanan dari Siberia ke Moskow setelah melakukan perjalanan kerja ke kota Tomsk. Beberapa saat terbang, pesawat kemudian mendarat darurat di Siberia. Navalny kemudian dilarikan ke rumah sakit darurat nomor 1 di kota Omsk, Siberia. REUTERS/Maxim Shemetov

    Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny di Moskow, Russia, 11 Desember 2018. Alexei Navalny saat itu sedang melakukan perjalanan dari Siberia ke Moskow setelah melakukan perjalanan kerja ke kota Tomsk. Beberapa saat terbang, pesawat kemudian mendarat darurat di Siberia. Navalny kemudian dilarikan ke rumah sakit darurat nomor 1 di kota Omsk, Siberia. REUTERS/Maxim Shemetov

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Sakit Siberia akhirnya menjelaskan kenapa mereka tidak mengizinkan kritikus anti-pemerintah Rusia, Alexei Navalny, dipindahkan ke Jerman. Dikutip dari CNN, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa kondisi Alexei Navalny belum terlalu stabil untuk dipindahkan.

    Ditanyai apa yang membuat kondisi Alexei Navalny belum siap untuk dipindahkan, pihak Rumah Sakit Siberia tidak memberikan jawaban lengkap. Mereka hanya mengatakan bahwa berbagai kemungkinan buruk bisa terjadi di tengah proses pemindahan.

    "Apapun bisa terjadi, bahkan skenario terburuk sekalipun," ujar Kepala Rumah Sakit Omsk di Siberia, Alexander Murakhovsky, Jumat, 21 Agustus 2020.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Alexei Navalny mendadak jatuh koma ketika hendak melakukan perjalanan dari Siberia ke Moskow, Kamis, 20 Agustus 2020. Beberapa menduga ia diracun karena sikap vokalnya menentang Pemerintah Rusia. Kal ini, ia dirawat di ruang ICU RS Omsk, Siberia.

    Selain menyampaikan bahwa kondisi Alexei Navalny belum aman untuk dipindahkan, pihak rumah sakit juga memberikan keterangan soal hasil diagnosis. Hasilnya, tidak ditemukan jejak racun di dalam tubuh Alexei Navalny. Anehnya, pihak rumah sakit tidak ingin membuka seluruh hasil diagnosis.

    Pernyataan rumah sakit bertentangan dengan pernyataan rekan-rekan Alexei Navalny. Rekan Alexei Navalny mengklaim Kepolisian Siberia telah menemukan jejak zat beracun pada tubuh Navalny. Menurut mereka, Navalny tidak diperbolehkan dirujuk karena jejak racunnya masih ada.

    "Kami melihat Kepolisian datang dan menunjukkan teleponnya ke dokter bahwa zat beracunnya sudah ditemukan. Dokter itu kemudian membantahnya," ujar Ivan Zhdanov, Direktur Navalny Anti-Corruption Foundation.

    Zhdanov menambahkan, Kepolisian pun tutup mulut soal detil zat beracun pada Alexei Navalny. Alasannya standar, untuk kepentingan investigasi sehingga belum bisa dibuka ke publik.

    Secara terpisah, istri dari Navalny, Yulia Navalnaya, menyampaikan bahwa ada yang aneh dengan larangan merujuk suaminya ke Jerman. Ia berkata, dua jam sebelum larangan dikeluarkan, dirinya masih diperbolehkan mengurus administrasi untuk merujuk Navalny ke Jerman.

    "Mereka mengatakan Alexei Navalny tidak boleh dirujuk meski polisi (untuk mengawal pemindahan Navalny) sudah datang. Kami pikir, jelas itu untuk memastikan jejak zat beracunnya hilang," ujarnya.

    ISTMAN MP | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.