Covid-19, Otoritas Korea Selatan Perketat Pertemuan di Tempat Ibadah

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang menunggu di dalam halte berlapis kaca dan dilengkapi kamera thermal, UV sterilizer, pendingin udara, serta CCTV di Seoul, Korea Selatan, 14 Agustus 2020 (REUTERS/HEO RAN)

    Penumpang menunggu di dalam halte berlapis kaca dan dilengkapi kamera thermal, UV sterilizer, pendingin udara, serta CCTV di Seoul, Korea Selatan, 14 Agustus 2020 (REUTERS/HEO RAN)

    TEMPO.CO, Seoul – Otoritas kesehatan Korea Selatan telah melakukan sekitar 1,7 juta tes Covid-19 sejak awal tahun.

    Saat ini, jumlah total kasus Covid-19 di sana mencapai 16,346 kasus dengan jumlah korban meninggal 307 orang.

    Pemerintah Korea Selatan telah melarang pertemuan tatap muka di dalam gereja di Seoul menyusul merebaknya kasus baru harian Covid-19.

    Otoritas melacak ada klaster Corona di Sarang Jeil Church, yang terletak di Seoul Utara.

    “Pemerintah Korea Selatan juga melarang buka sejumlah lokasi dengan risiko tinggi transmisi Covid-19 seperti kelab malam, bar karaoke, dan kafe internet,” begitu dilansir Reuters pada Kamis, 20 Agustus 2020.

    Korea Selatan menjadi salah satu negara di luar Cina yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 sejak awal tahun.

    Saat itu, pemerintah menerapkan mekanisme pelacakan kontak yang intensif dan pengetesan medis untuk mengontrol wabah Corona ini.

    Belakangan terjadi beberapa lonjakan kasus baru Covid-19 di Seoul, yang menyebar ke 9 kota di sana.

    Korea Times melansir ada kasus baru Covid-19 dari 15 kota dan provinsi. Ini memicu kekhawatiran kasus Corona ini telah menyebar ke seluruh negeri.

    Otoritas Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit Korea atau KCDC mengatakan jumlah kasus baru harian Covid-19 mencapai hari ketujuh sebanyak tiga digit atau 288 kasus.

    Jumlah ini turun dari sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 297 kasus baru. Menurut KCDC, jika jumlah kasus baru Covid-19 terus bertambah maka pemerintah bakal menerapkan aturan jarak sosial atau social distancing tertinggi yaitu Fase 3.

    Ini artinya, pemerintah akan menutup sekolah, meminta karyawan bekerja dari rumah dan membatasi pertemuan maksimal 10 orang untuk menekan jumlah kasus baru Corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.