Jacinda Ardern Sebut Trump Keliru Soal Lonjakan Covid-19 Kedua Negara

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Jacinda Ardern meninggalkan konferensi persnya setelah mengumumkan bahwa dia telah memecat Iain Lees-Galloway.[Foto Mark Mitchell/NZ Herald]

    Perdana Menteri Jacinda Ardern meninggalkan konferensi persnya setelah mengumumkan bahwa dia telah memecat Iain Lees-Galloway.[Foto Mark Mitchell/NZ Herald]

    TEMPO.COWellington – Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengritik balik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, soal pernyataan bahwa negara pasifik itu mengalami lonjakan besar Covid-19.

    Ardern menyebut pernyataan Trump itu sebagai sangat keliru.

    Trump memicu kemarahan warga Selandia Baru saat mengatakan kepada massa di Minnesota bahwa negara di Pasifik Selatan itu mengalami lonjakan buruk kasus Covid-19.

    Padahal, Selandia Baru telah sempat sukses mengatasi pandemi Covid-19 itu pada awal masa penyebarannya.

    “Saya kira setiap orang yang mengikuti berita Covid-19 dan penyebarannya secara global akan dengan mudah melihat sembilan kasus di Selandia Baru per hari tidak bisa dibandingkan dengan puluhan ribu kasus baru di Amerika Serikat,” kata Ardern seperti dilansir Channel News Asia pada Selasa, 18 Agustus 2020. "Jelas itu sangat keliru."

    Ardern melanjutkan,”Itu (jumlah kasus Covid-19 di AS) juga tidak bisa dibandingkan dengan mayoritas negara di dunia.”

    Pernyataan ini menanggapi pernyataan Trump yang mengambil contoh kasus baru di Selandia Baru.

    “Anda lihat apa yang terjadi di Selandia Baru. Masalahnya adalah lonjakan besar di Selandia Baru, Anda tahu itu buruk sekali. Kita tidak menginginkan itu,” kata Trump.

    Menurut Ardern, Selandia Baru tetap bagian dari segelintir negara yang berhasil menangani kasus Covid-19 ini dengan lebih baik. “Petugas kita berusaha itu tetap terjaga,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.