Mantan Raja Juan Carlos I dari Spanyol Ternyata Berada di UEA

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Raja Spanyol Juan Carlos 1 kabur ke luar negeri di tengah tuduhan telah membuat kesepakatan keuangan yang mungkin menguntungkan dirinya. Raja Juan Carlos dikenal dengan kepemimpinanya yang diktator. Sumber: edition.cnn.com

    Mantan Raja Spanyol Juan Carlos 1 kabur ke luar negeri di tengah tuduhan telah membuat kesepakatan keuangan yang mungkin menguntungkan dirinya. Raja Juan Carlos dikenal dengan kepemimpinanya yang diktator. Sumber: edition.cnn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Raja Juan Carlos dari Spanyol, yang meninggalkan negaranya beberapa pekan lalu, ternyata berada di Uni Emirat Arab sejak 3 Agustus 2020.

    Kabar ini didapat dari juru bicara kerajaan pada Senin, 17 Agustus 2020, dan mengakhiri dugaan international mengenai keberadaan sosok berumur 82 tahun ini.

    Juan Carlos mengatakan pada 3 Agustus bahwa dia akan meninggalkan Spanyol setelah sisi kontroversial masa lalu pribadinya terungkap. Namun, dia tidak menyebutkan kemana akan pergi.

    “Raja Juan Carlos telah memberi tahu keluarga kerajaan bahwa dia pergi ke UEA pada 3 Agustus. Dan dia tetap di sana hingga sekarang,” kata juru bicara kerajaan Spanyol seperti dilansir Reuters pada Senin, 17 Agustus 2020.

    Raja Juan Carlos menyerahkan tahtanya kepada putranya Felipe pada 2014 setelah terungkapnya kasus penipuan pajak yang melibatkan sejumlah anggota keluarga kerajaan.

    Pengunduran dirinya itu juga terjadi setelah perjalanan berburu gajah yang dinilai buruk pada saat Spanyol sedang berjuang menghadapi resesi ekonomi mendalam.

    Usai meninggalkan tahta, Juan Carlos mundur selangkah dari kehidupan publik. Namun kontroversi yang melibatkan dirinya terus meningkat.

    Ini memuncak dengan putusan Mahkamah Agung Spanyol pada Juni 2020 untuk membuka penyelidikan awal atas keterlibatannya dalam kontrak kereta api cepat di Arab Saudi. 

    Surat kabar Swiss yaitu La Tribune de Geneve melaporkan Juan Carlos telah menerima US$ 100 juta dari raja Saudi sebelumnya. Swiss juga telah membuka penyelidikan.

    Mantan raja itu tidak secara resmi menjalani penyelidikan soal kasus korupsi dan berulang kali menolak berkomentar tentang masalah itu.

    Ketika dia berkuasa, Raja Juan Carlos mendapat kekebalan hukum penuh. Namun, dia dapat dituntut atas kesalahan yang dilakukan sejak turun tahta. Menteri Kehakiman Juan Carlos Campo mengatakan, “Saya yakin bahwa ketika keadilan memanggilnya, dia akan hadir,” kata Campo.

    FERDINAND ANDRE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.