Terdesak, Alexander Lukashenko Siap Berbagi Kekuasaan di Belarus

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia, Vladimir Putin (kanan) dan Presiden Belarus, Alexander Lukashenko. Reuters

    Presiden Rusia, Vladimir Putin (kanan) dan Presiden Belarus, Alexander Lukashenko. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Memanasnya situasi di Belarus mendesak Presiden Alexander Lukashenko untuk memikirkan berbagai opsi. Salah satunya, ia menyatakan siap berbagi kekuasaan di Belarus, memperbarui konstitusi, namun tanpa desakan apapun dari warga.

    Pernyataan tersebut datang tak lama setelah ketua oposisi, Svetlana Tikhanouskaya, menyatakan siap menggantikan Alexander Lukashenko, Senin, 17 Agustus 2020. Dalam pernyataannya, Svetlana Tikhanouskaya mengatakan akan kembali ke Belarus dan menciptakan mekanisme legal untuk memastikan pemilu ulang Belarus bisa digelar secara jujur.

    "Saya siap untuk mengambil tanggung jawab dan berperan sebagai pemimpin di tengah periode sulit ini," ujar Svetlana Tikhanouskaya dari persembunyiannya di Lithuania.

    Diberitakan sebelumnya, Presiden Belarus Alexander Lukashenko dalam kondisi terdesak usai memenangi pilpres keenam kalinya pekan lalu. Gara-garanya, warga menduga ia mencurangi hasil pilpres untuk bisa tetap bertahan di kursi kepemimpinan. Ia sendiri adalah diktator terakhir di Eropa.

    Sekarang, di Belarus, unjuk rasa dan kerusuhan sudah berlangsung selama kurang lebih sepekan. Sekitar 200 ribu warga sudah turun ke jalan di berbagai kota untuk memprotes Alexander Lukashenko dan meminta pemilu ulang. Namun, alih-alih meresponnya, Alexander Lukashenko bergeming.

    Hari ini saja, di tengah kunjungan ke pabrik di Minsk, Alexander Lukashenko menegaskan bahwa tidak akan ada pemilu ulang. Padahal, di saat bersamaan, warga di kawasan pabrik menyorakinya untuk mundur.

    "Tidak akan ada pemilu ulang, seperti yang diinginkan oposisi, kecuali saya dibunuh," ujar Alexander Lukashenko. Kabar terakhir, Alexander Lukashenko akan memulai pembahasan pembaruan konstitusi terkait power-sharing.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.