Jenderal Iran Bilang Ini Soal Normalisasi Hubungan UEA dan Israel

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana uji coba rudal misil generasi terbaru dalam latihan militer di Teluk Oman, Iran, 17 Juni 2020. Angkatan bersenjata Iran merilis foto-foto yang memperlihatkan rudal ditembakkan dari kapal dan bagian belakang truk yang meledakkan sebuah kapal di tengah laut. WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

    Suasana uji coba rudal misil generasi terbaru dalam latihan militer di Teluk Oman, Iran, 17 Juni 2020. Angkatan bersenjata Iran merilis foto-foto yang memperlihatkan rudal ditembakkan dari kapal dan bagian belakang truk yang meledakkan sebuah kapal di tengah laut. WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

    TEMPO.CODubai – Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, mengatakan pendekatan Iran kepada pemerintah Uni Emirat Arab atau UEA, bakal berubah setelah negara itu menjalin normalisasi hubungan dengan Israel.

    “Jika terjadi sesuatu di wilayah Teluk Persia dan dan jika keamanan nasional kami terganggu, betapapun kecilnya, kami akan meminta tanggung jawab kepada UEA dan kami tidak akan menoleransinya,” kata Bagheri seperti dilansir Reuters pada Ahad, 16 Agustus 2020.

    UEA dan Israel baru saja mengumumkan kesepakatan normalisasi hubungan kedua negara. Ini membuat Israel memberi konsesi menghentikan pencaplokan sebagian wilayah Tepi Barat, Palestina

    Namun, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan negaranya hanya menghentikan sementara rencana aneksasi wilayah yang dihuni warga Yahudi hingga kesepakatan dengan UEA tercapai.

    Selain dengan UEA, Israel juga mencoba melakukan normalisasi hubungan dengan Bahrain dan Moroko. Namun, upaya ini mendapat tentangan dari sejumlah negara seperti Iran dan kelompok perlawan Palestina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.