IAEA Minta Akses ke Instalasi Nuklir Iran

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perjanjian nuklir Iran melibatkan Inggris, Prancis, Jerman, Rusia dan Cina setelah Amerika Serikat menyatakan diri keluar dari perjanjian itu pada 2018. Ecfr.eu

    Perjanjian nuklir Iran melibatkan Inggris, Prancis, Jerman, Rusia dan Cina setelah Amerika Serikat menyatakan diri keluar dari perjanjian itu pada 2018. Ecfr.eu

    TEMPO.CO, Wina - Kepala lembaga pengawas energi atom internasional IAEA, Rafael Grossi, mengatakan pembicaraan dengan pemerintah Iran soal akses ke semua instalasi nuklir masih terus berlangsung.

    “Kami telah meminta Iran memberi akses. Ini belum terjadi. Kami sedang mengupayakannya,” kata Grossi kepada media seusai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, di Wina, Austria seperti dilansir Reuters pada Jumat, 15 Agustus 2020.

    Grossi melanjut,”Tujuan kami adalah untuk mendapatkan akses untuk terus melanjutkan kerja memverifikasi, yang sangat penting komunitas internasional.”

    Usai pertemuan dengan IAEA, Menlu Amerika Serikat, Mike Pompeo, mengatakan akan terus mengupayakan perpanjangan embargo senjata Iran.

    Embargo senjata Iran ini bakal berakhir pada pertengahan Oktober seperti diatur dalam Perjanjian Nuklir Iran 2015.

    Perjanjian nuklir ini diikuti sejumlah negara besar seperti Jerman, Prancis, Inggris, Rusia, dan Cina.

    Presiden Donald Trump menarik Amerika ke luar dari perjanjian ini pada 2018 sehingga negaranya tidak lagi terikat dengan perjanjian itu. 

    “Kami tidak ada niat untuk membiarkan embargo senjata ini berakhir,” kata Pompeo. Menurut dia, Iran harus memberikan semua kerja sama penuh dengan IAEA, yang merupakan lembaga pengawas energi atom.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.