Selasa, 22 September 2020

Afganistan Mulai Bebaskan 80 Tahanan Taliban

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tahanan Taliban yang baru dibebaskan, meninggalkan penjara Pul-e-Charkhi, di Kabul, Afganistan, 13 Agustus 2020. Pemerinah Afganistan mulai membebaskan 400 tahanan kelas kakap Taliban. National Security Council of Afghanistan/Handout via REUTERS

    Sejumlah tahanan Taliban yang baru dibebaskan, meninggalkan penjara Pul-e-Charkhi, di Kabul, Afganistan, 13 Agustus 2020. Pemerinah Afganistan mulai membebaskan 400 tahanan kelas kakap Taliban. National Security Council of Afghanistan/Handout via REUTERS

    TEMPO.COKabul – Pemerintah Afganistan mulai melepas rombongan terakhir tahanan Taliban, yang berjumlah sekitar 400 orang.

    Ini merupakan bagian dari syarat dimulainya proses perundingan damai antara pemerintah Afganistan dan Taliban.

    Juru bicara dewan Keamanan Afganistan, Javid Faisal, mengatakan pembebasan tahanan dimulai pada Kamis, 13 Agustus 2020.

    “Pemerintah kemarin melepas 80 tahanan Taliban dari total 400 tahanan seperti keputusan Loya Jirga untuk mempercepat proses pembicaraan langsung dan gencatan senjata abadi,” kata Javid Faisal, juru bicara Dewan Keamanan Nasional, seperti dilansir Reuters pada Jumat, 14 Agustus 2020.

    Faisal belum mengatakan kapan 320 tahanan lainnya akan dibebaskan.

    Proses pembicaraan soal pembebasan 400 tahanan Taliban sempat menunda terjadinya pembicaraan damai karena mencapai jalan buntu.

    Pemerintah Amerika Serikat mendesak kedua pihak untuk segera mencapai kesepakatan damai karena akan menarik pasukan dari Afganistan.

    Dalam wawancara dengan media Axios baru-baru ini, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan jumlah pasukan akan dikurangi dari 8 ribu menjadi di bawah 4 ribu orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.