Selasa, 22 September 2020

Rusia Sebut Amerika Tidak Percaya Teknologi Vaksin Covid-19 Sputnik V

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vaksin Covid-19 dari Rusia, Sputnik-V. REUTERS/Handout

    Vaksin Covid-19 dari Rusia, Sputnik-V. REUTERS/Handout

    TEMPO.CO, Moskow – Pejabat pemerintah Rusia mengatakan telah menawarkan kerja sama dengan pemerintah Amerika Serikat terkait Operation Warp Speed atau operasi gerak cepat untuk membuat vaksin Covid-19 dan obatnya.

    Namun, pejabat Rusia mengatakan pemerintah AS saat ini bersikap tidak terbuka terhadap kemajuan ilmu medis Rusia.

    “Ada rasa ketidak-percayaan besar di AS terhadap Rusia. Dan kami meyakini bahwa teknologi termasuk vaksin, uji coba dan pengobatan Covid-19 tidak diadopsi di AS karena adanya ketidak-percayaan itu,” kata seorang pejabat senior Rusia kepada CNN seperti dilansir pada Kamis, 13 Agustus 2020.

    Sekretaris Media Gedung Putih, Kayleigh McEnany, mengatakan Presiden AS, Donald Trump, telah mendapat penjelasan singkat soal vaksin baru buatan Rusia itu.

    Dia mengatakan vaksin buatan perusahaan farmasi AS melewati Fase 3 yang ketat dan standar tinggi.

    Pejabat lain dari AS mengatakan vaksin buatan Rusia dianggap sebagai vaksin setengah jadi sehingga tidak menarik perhatian di sana.

    “Tidak mungkin AS mencoba vaksin ini pada monyet apalagi pada manusia,” kata salah satu pejabat kesehatan AS.

    Pada Selasa kemarin, Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan negaranya telah mengembangkan vaksin virus Corona atau Covid-19. Dia mengatakan putrinya juga telah mencoba vaksin ini. Namun, vaksin ini masih harus menjalani proses uji coba lanjutan dan sejumlah ahli merasa skeptis tentang klaim ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.