Inggris Terapkan Isolasi Covid-19 untuk Pelancong, Prancis Membalas

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang kru maskapai terlihat mengenakan masker wajah pelindung di Bandara Heathrow, ketika Inggris memberlakukan aturan karantina 14 hari untuk kedatangan internasional di tengah wabah virus corona (Covid-19), London, Inggris, 8 Juni 2020. [REUTERS / Toby Melville]

    Seorang kru maskapai terlihat mengenakan masker wajah pelindung di Bandara Heathrow, ketika Inggris memberlakukan aturan karantina 14 hari untuk kedatangan internasional di tengah wabah virus corona (Covid-19), London, Inggris, 8 Juni 2020. [REUTERS / Toby Melville]

    TEMPO.CO, London - Meningkatnya kasus Covid-19 di Prancis dan Belanda membuat pemerintah Inggris mengambil keputusan tegas.

    Semua pelancong dari kedua negara wajib untuk menjalani isolasi mandiri selama 14 saat tiba di negara itu.

    Ketentuan ini berlaku sejak pukul empat pagi pada Sabtu, 15 Agustus 2020.

    “Jika Anda tiba di Inggris setelah pukul empat pagi pada Sabtu besok dari negara ini, maka Anda harus mengisolasi diri selama 14 hari,” kata Grant Shapps, menteri Transportasi Inggris, seperti dilansir Forbes, pada Jumat, 13 Agustus 2020.

    Shapps mengatakan keputusan untuk menerapkan kebijakan yang disebut sebagai “Koridor Travel” itu dibuat untuk menjaga agar kasus infeksi Covid-19 tetap rendah.

    Soal kebijakan baru ini, pejabat Prancis merespon bakal ada tindakan balasan serupa.

    “Keputusan Inggris ini kami sayangkan dan akan memicu terjadinya kebijakan balasan, berharap semua ini akan kembali normal secepatnya,” kata Clement Beaune, menteri muda Prancis untuk Urusan Eropa.

    Keputusan pemerintah Inggris itu berlaku untuk sejumlah negara dan wilayah lain selain Prancis dan Belanda. Ini seperti Monako, Malta, dan Kepulauan Caicos.

    Inggris menerapkan kebijakan ini setelah terjadi lonjakan kasus baru harian Covid-19 di Prancis dan Belanda.

    Prancis, yang merupakan negara favorit kedua bagi warga Inggris untuk liburan, mencatat rekor peningkatan kasus virus Corona pasca relaksasi lockdown sebanyak 2.669 kasus dalam 24 jam.

    Kebijakan Inggris ini menjadi pukulan keras tidak hanya bagi industri wisata Prancis sekaligus para pelancong dari Inggris yang sudah menyiapkan waktu dan biaya untuk berlibur.   

    FERDINAND ANDRE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.