Selasa, 22 September 2020

Afganistan Sepakat Bebaskan 400 Tahanan Kelas Berat Taliban

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Taliban berkumpul saat akan dibebaskan dari penjara Pul-i-Charkhi di Kabul, Afganistan, 26 Mei 2020. REUTERS/Mohammad Ismail

    Anggota Taliban berkumpul saat akan dibebaskan dari penjara Pul-i-Charkhi di Kabul, Afganistan, 26 Mei 2020. REUTERS/Mohammad Ismail

    TEMPO.COKabul – Pemerintah Afganistan bersepakat untuk melepaskan sekitar 400 tahanan kelas berat atau hard-core dari milisi Taliban.

    Ini membuka jalan untuk pembicaraan damai dan mengakhiri perang yang berlangsung nyaris dua puluh tahun.

    Taliban menyambut keputusan ini dan mengatakan siap melakukan pembicaraan dalam sepuluh hari setelah pembebasan tahanan.

    “Majelis Agung Afganistan atau Loya Jirga sepakat menyetujui pembebasan tahanan di bawah tekanan pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,” begitu dilansir Reuters pada Ahad, 9 Agustus 2020.

    Ini terkait janji kampanye pilpres Trump pada 2016 untuk menarik pasukan AS pulang dari Afganistan.

    Selama ini, kelompok Taliban mendesak pembebasan sisa sekitar 400 tahanan dari total 5 ribu tahanan mereka dari penjara pemerintah Afganistan.

    Ini menjadi syarat sebelum dimulainya pembicaraan damai dengan pemerintah Afganistan.

    “Untuk menghilangkan hambatan, mengizinkan dimulainya proses perdamaian dan mengakhiri pertumpahan darah, Loya Jirga setuju pembebasan 400 tahanan Taliban,” begitu pernyataan lembaga itu.

    Dalam wawancara dengan media Axios pada pekan lalu, Trump menyebut akan mengurangi jumlah pasukan di Afganistan menjadi di bawah 5 ribu pasukan dari saat ini sekitar 8 ribu pasukan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.