India Setop Impor 101 Peralatan Militer untuk Bangun Industri Pertahanan Negeri

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi wilayah Himalaya di Ladakh, 3 Juli 2020. China dan India kini sudah sepakat menarik pasukannya di perbatasan. Meski demikian, baik China dan India masih saling menyalahkan atas insiden sengketa perbatasan di Himalaya pada Juni lalu. India's Press Information Bureau/Handout via REUTERS

    Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi wilayah Himalaya di Ladakh, 3 Juli 2020. China dan India kini sudah sepakat menarik pasukannya di perbatasan. Meski demikian, baik China dan India masih saling menyalahkan atas insiden sengketa perbatasan di Himalaya pada Juni lalu. India's Press Information Bureau/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - India akan berhenti mengimpor 101 peralatan militer dalam upaya meningkatkan produksi industri pertahanan dalam negeri, kata menteri pertahanan Rajnath Singh pada Ahad.

    Singh mengatakan langkah tersebut mengikuti seruan Perdana Menteri India Narendra Modi untuk kemandirian industri pertahanan.

    Saat ini India adalah salah satu importir senjata terbesar di dunia.

    Dikutip dari Reuters, 9 Agustus 2020, India telah mempercepat pembelian peralatan militer setelah bentrokan perbatasan pada Juni antara pasukan India dan Cina. Pemerintah India menyetujui pembelian 33 jet tempur Rusia dan memperbarui teknologi 59 pesawat lama lainnya pada Juli.

    "Embargo impor rencananya akan diterapkan secara progresif antara tahun 2020 hingga 2024," tulis Singh lewat kicauan Twitter.

    "Tujuan kami adalah untuk memberi tahu industri pertahanan India tentang persyaratan yang diantisipasi dari Angkatan Bersenjata sehingga mereka lebih siap untuk mewujudkan tujuan nasionalisasi," kata Singh.

    Menteri Pertahanan India Shri Rajnath Singh berbicara kepada media setelah Dialog Tingkat Menteri 2 + 2 AS-India 2019 di Departemen Luar Negeri di Washington, AS, 18 Desember 2019. [REUTERS / Joshua Roberts]

    India memiliki tradisi membeli peralatan militer dari Rusia, tetapi akhir-akhir ini semakin banyak membeli peralatan tempur dari Amerika Serikat dan Israel. Modi telah berulang kali menyerukan untuk menghentikan ketergantungan militer karena impor yang mahal.

    Antara April 2015 dan Agustus 2020, departemen pertahanan India telah mengontrak barang senilai sekitar 3,5 triliun rupee (Rp 683,8 triliun) yang sekarang masuk dalam daftar pembelian.

    Pemerintah memperkirakan sekitar 4 triliun rupee (Rp 781,5 triliun) pesanan militer saat ini akan disandingkan bersama dengan industri dalam negeri selama lima hingga tujuh tahun ke depan.

    Daftar barang yang diembargo termasuk sistem senjata berteknologi tinggi, senjata artileri, sistem sonar, pesawat angkut, helikopter tempur ringan (LCH), kata Singh.

    Kementerian pertahanan juga telah membagi anggaran pengadaan modal untuk tahun 2020/2021 antara rute pengadaan dalam dan luar negeri, tambahnya.

    "Anggaran terpisah telah dibuat dengan pengeluaran hampir 520 miliar rupee (Rp 101,5 triliun) untuk pengadaan modal dalam negeri pada tahun keuangan saat ini," kata Singh.

    Ketegangan antara India dan Cina mencapai puncaknya dalam beberapa tahun setelah bentrokan di bentangan perbatasan yang disengketakan di Himalaya barat di mana India kehilangan 20 tentara.

    Pakar militer mengatakan India kekurangan pesawat tempur, helikopter, dan senjata lapangan karena rendahnya anggaran militer India selama bertahun-tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.