Korban Meninggal karena Virus Corona di Brasil Tembus 100 Ribu Orang

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Angka korban meninggal akibat virus corona atau Covid-19 di Brasil sudah menembus 100 ribu orang per Sabtu, 8 Agustus 2020. Angka ini diprediksi masih akan naik menyusul lockdown yang diperlonggar.

    Sebagian besar kota-kota di Brasil sudah membolehkan toko-toko buka kembali dan makan di restoran juga dibolehkan. Padahal wabah virus corona disebut belum menyentuh puncaknya.

    Dikutip dari reuters.com, Brasil melaporkan kasus pertama virus corona pada akhir Februari 2020. Dalam tempo tiga bulan, virus ini telah menewaskan 50 ribu orang dan dalam waktu 50 hari berikutnya, menewaskan 50 ribu pasien virus corona.

    Wabah virus corona di Brasil telah membawa Presiden Brasil Jair Bolsonaro pada situasi yang tak mengenakkan. Masyarakat Brasil melakukan protes dari jendela-jendela rumah mereka pada bulan-bulan pertama wabah virus corona terjadi, namun sekarang mereka sudah mengangkat bahu.   

    “Kami hidup dalam keputusasaan karena tragedi ini seperti sebuah perang dunia. Namun Brasil berada di bawah pengaruh bius,” kata Jose Urbaez, dokter dan anggota Infectious Diseases Society.  

    Urbaez dan para ahli kesehatan masyarakat lainnya memperingatkan Brasil masih belum terkoordinasi dalam upaya memerangi pandemik virus corona karena banyak pejabat yang lebih fokus membuka kembali aktivitas ekonomi, di mana hal ini diduga malah menambah penyebaran virus corona dan memperburuk wabah di Negara Samba tersebut.    

    Sebelumnya pada Sabtu kemarin, 8 Agustus 2020, Kementerian Kesehatan Brasil melaporkan ada penambahan 49.970 kasus virus corona dan 905 pasien meninggal karena virus ini dalam tempo 24 jam. Dengan begitu, kasus virus corona di Brasil sudah lebih dari 3 juta kasus dan 100.477 pasien meninggal.

    Mahkamah Agung dan Kongres Brasil serta beberapa institusi mengkritik cara Presiden Bolsonaro menangani pandemik virus corona. Mereka mengumumkan harusnya ada hari berkabung nasional tiga hari atau empat hari untuk menghormati mereka yang meninggal karena virus corona. Presiden Bolsonaro belum mau berkomentar akan hal ini.

      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.