Selasa, 22 September 2020

Kuba Pantau Infeksi Covid-19 Tanpa Gejala setelah Lockdown Havana

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Staf medis berbicara dengan migran di kamp Lajas Blancas, di mana migran dari Afrika, Kuba, dan Haiti terjebak di kamp karena virus corona (Covid-19), selama kunjungan oleh otoritas Panama di Provinsi Darien, Panama, 5 Juni 2020.[REUTERS]

    Staf medis berbicara dengan migran di kamp Lajas Blancas, di mana migran dari Afrika, Kuba, dan Haiti terjebak di kamp karena virus corona (Covid-19), selama kunjungan oleh otoritas Panama di Provinsi Darien, Panama, 5 Juni 2020.[REUTERS]

    TEMPO.COHavana – Menteri Kesehatan Kuba, Jose Angel Portal, mengatakan pemerintah terus memonitor kondisi pandemi Covid-19 di seluruh negeri meskipun wabah lebih banyak merebak di Ibu Kota Havana.

    Ini karena ada kekhawatiran pandemi Covid-19 ini menyebar ke seluruh negeri lewat orang-orang yang terpapar tapi tidak menunjukkan gejala.

    “Karena kegiatan perjalanan secara nasional juga sudah terjadi selama satu bulan terakhir ini,” kata Portal kepada media seperti dilansir Reuters pada Ahad, 9 Agustus 2020.

    Pemerintah Kuba telah mewajibkan semua orang yang datang ke negara itu untuk menjalani karantina selama 14 hari di fasilitas pemerintah.

    Ini bertujuan agar pelancong yang terpapar Covid-19 bisa ditangani di fasilitas itu tanpa menimbulkan risiko di tengah masyarakat.

    Mayoritas kasus baru Covid-19, yang terjadi pada Sabtu, 8 Agustus 2020 di Spanyol, berasal dari luar yaitu Venezuela.

    Jumlah kasus impor ini sebanyak 41 kasus dari 59 kasus yang tercatat pada Sabtu.

    Saat ini, tidak ada kegiatan perjalanan secara terbuka di Kuba karena pandemi Covid-19 ini.

    Jadi, mayoritas warga yang kembali dari luar negeri berasal dari 20 ribu petugas kesehatan yang ditempatkan di Venezuela.

    Melonjaknya kasus baru Covid-19 ini membuat pemerintah menerapkan lockdown kembali di Ibu Kota Havana.

    Pemerintah juga mengritik sikap masyarakat yang dianggap mengendurkan kesiagaan setelah relaksasi lockdown.

    Masyarakat, misalnya, dinilai kendur dalam menjaga jarak sosial atau memakai masker wajah, yang merupakan kewajiban di ruang publik dan acara pertemuan.

    Saat ini, ada sekitar 2.900 kasus Covid-19 atau Corona di Kuba dengan 88 orang meninggal dari populasi sebanyak 11 juta orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.