Selasa, 22 September 2020

Intelijen AS: Cina Akan Cegah Donald Trump Menangi Pilpres Amerika

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump mengamati alat penyeka swab test disaksikan Wakil Presiden Eksekutif Hardwood Timothy Templet dan Sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan (HHS) Alex Azar melihat selama tur fasilitas manufaktur Produk Medis Puritan, di Guilford, Maine, AS, Jumat, 5 Juni 2020. Pemusnahan ini dilakukan di tengah tingginya kebutuhan alat penyeka untuk swab test virus corona.  REUTERS/Tom Brenner

    Presiden AS Donald Trump mengamati alat penyeka swab test disaksikan Wakil Presiden Eksekutif Hardwood Timothy Templet dan Sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan (HHS) Alex Azar melihat selama tur fasilitas manufaktur Produk Medis Puritan, di Guilford, Maine, AS, Jumat, 5 Juni 2020. Pemusnahan ini dilakukan di tengah tingginya kebutuhan alat penyeka untuk swab test virus corona. REUTERS/Tom Brenner

    TEMPO.CO, Jakarta - Agen kontra intelijen Amerika memperingatkan bahwa Rusia, Cina, dan Iran akan berupaya mengintervensi jalannya Pilpres Amerika pada November nanti. Hal itu dikarenakan mereka memiliki kepentingan politik dengan Amerika.

    Cina, misalnya, memiliki agenda untuk memastikan Donald Trump tidak memenangai Pilpres Amerika lagi. Mereka menganggap Donald Trump terlalu sulit ditebak sehingga berbahaya untuk kepentingan-kepentingan Cina.

    "Pantauan kami, Cina tidak ingin Donald Trump, yang dipandang sulit ditebak, memenangi Pilpres Amerika lagi," ujar Direktur Pusat Kontra Intelijen dan Keamanan Nasional Amerika, William Evanina, dikutip dari Channel News Asia, Sabtu, 8 Agustus 2020.

    Cina, ujar Evanina, akan menggunakan berbagai teknik untuk mempengaruhi jalannya Pilpres Amerika. Salah satu di antaranya adalah penyebaran disinformasi secara online untuk mempengaruhi persepsi publik terhadap Donald Trump.

    Contoh lain adalah kritik yang konsisten terhadap Donald Trump. Beberapa isu yang rutin dikritik adalah cara Donald Trump menangani virus Corona, penutupan Konsulat Jenderal Cina di Houston, konflik Laut Cina Selatan, hingga yang terbaru masalah pemblokiran aplikasi asal Cina.

    "Cina telah memperluas upayanya untuk mempengaruhi peta politik Amerika, termasuk menekan figur yang bertentangan dengan Cina. Cina menyadari bahwa semua hal itu akan menentukan hasil Pilpres Amerika," ujar Evanina.

    Donald Trump, di sisi lain, memang mengkhawatirkan pengaruh Cina terhadap Pilpres Amerika. Langkah terbarunya adalah melarang segala transaksi apapun dengan ByteDance (pemilik TikTok) dan Tencent (pemilik WeChat) dengan tuduhan mereka mengirim data publik ke Partai Komunis Cina. TikTok sendiri, beberapa pekan lalu, sudah digunakan untuk mengerjai kampanye Donald Trump di Tulsa, Oklahoma.


    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.