Selasa, 22 September 2020

Ingin Bunuh Saad al-Jabri, Pangeran Salman Kirim Pasukan Harimau

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saad Al-Jabri mantan kepala intelijen Arab Saudi yang menjadi buron putra mahkota Mohammed bin Salman atas tuduhan korupsi. [GULF NEWS]

    Saad Al-Jabri mantan kepala intelijen Arab Saudi yang menjadi buron putra mahkota Mohammed bin Salman atas tuduhan korupsi. [GULF NEWS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pejabat intelijen Arab Saudi, Saad al-Jabri, menyebut Pangeran Mohammed bin Salman menginginkannya mati tak lama usai pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Bahkan, berdasarkan berkas perkara yang diberikan ke Pengadilan Distrik Washington, Pangeran Mohammed bin Salman sampai membentuk tim pembunuh untuknya.

    "Tidak banyak tempat yang menyimpan berbagai informasi sensitif dan memalukan Pangeran bin Salman. Salah satunya adalah kepala Saad," ujar berkas perkara Saad al-Jabri, dikutip dari kantor berita Al-Jazeera, Jumat, 7 Agustus 2020.

    Saad al-Jabri, dalam berkas perkaranya, menjelaskan bahwa percobaan pembunuhan itu terjadi tepat dua pekan setelah pembunuhan Khashoggi di tahun 2018. Pada pertengahan Oktober 2018, kata Saad al-Jabri, Pengaran Mohammed bin Salman mengirimkan pasukan pembunuh andalannya, Pasukan Harimau, ke Toronto di mana dirinya bersembunyi.

    Pasukan pembunuh tersebut masuk ke Toronto, Kanada, dengan visa turis. Dalam pelaksanaannya, kata Saad al-Jabri, mereka membawa sejumlah peralatan operasi yang sama persis dengan yang dipakai pada operasi pembunuhan Jamal Khashoggi.

    Untuk menghindari kecurigaan petugas perbatasan, personil Pasukan Harimau mencoba masuk lewat gerbang yang berbeda-beda. Namun, untung bagi Saad al-Jabri, upaya itu gagal. Penjaga perbatasan Kanada mengendus hal yang tidak beres dengan kedatangan Pasukan Harimau.

    Oleh petugas perbatasan Kanada, mereka yang diyakini bagian dari Pasukan Harimau dikumpulkan. Mereka kemudian diinterogasi untuk memastikan apakah mereka bagian dari kelompok yang sama atau bukan. Hasilnya, mereka gagal menyakinkan berasal dari kelompok terpisah.

    Upaya Pangeran Mohammed bin Salman bukan itu saja. Saad al-Jabri menambahkan bahwa pangeran Arab Saudi itu mencoba berbagai cara untuk menyentuhnya mulai dari memata-matai hingga menculik anggota keluara Saad al-Jabri. Bahkan, kata Saad, yayasan pendidikan MiSK yang dibentukan Pangeran Salman digunakan untuk menyamarkan operasi intelijen.

    "Semua untuk memancing saya keluar dari persembunyian," ujar Saad al-Jabri dalam berkas perkaranya.

    Investigasi CIA mendukung pernyataan Saad al-Jabri bahwa Pangeran Mohammed bin Salman mencoba membunuhnya. Pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataan balasan namun selalu mambantah tuduhan Saad al-Jabri selama ini.

    ISTMAN MP | AL JAZEERA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.