Covid-19, Pakar Medis Minta Denmark Larang Kelab Malam Buka

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perempuan menjajal aplikasi resmi pelacakan infeksi Covid-19 resmi yang baru, Smittestop, di Kopenhagen, Denmark, 18 Juni 2020. Denmark berada di posisi kelima berdasarkan kecepatan internetnya dunia, mencapai 49.19 Mbps. Ritzau Scanpix/Martin Sylvest/REUTERS

    Seorang perempuan menjajal aplikasi resmi pelacakan infeksi Covid-19 resmi yang baru, Smittestop, di Kopenhagen, Denmark, 18 Juni 2020. Denmark berada di posisi kelima berdasarkan kecepatan internetnya dunia, mencapai 49.19 Mbps. Ritzau Scanpix/Martin Sylvest/REUTERS

    TEMPO.COKopenhagen – Pemerintah Denmark sebaiknya tidak mengizinkan kelab malam dan venue musik untuk buka kembali karena peningkatan kasus harian Covid-19.

    Pemerintah sebaiknya menunda rencana pelaksanaan fase keempat relaksasi lockdown seperti nasehat epidemiologis pada Selasa, 4 Agustus 2020.

    “Ini bukan sesuatu yang dapat saya rekomendasikan dari perspektif layanan kesehatan,” kata Kare Molbak, direktur dari Institut Serum Negara, seperti dilansir Reuters pada Selasa, 4 Agustus 2020.

    Denmark mencatat ada 616 kasus virus Corona atau Covid-19. Negara ini juga menjadi negara Eropa pertama yang relaksasi lockdown pada April 2020.

    Ini terjadi karena kasus baru Covid-19 turun. Namun, jumlah kasus harian baru justru naik selama dua pekan pertama.

    Molbak mengatakan kemungkinan terjadinya gelombang kedua Covid-19 sejak Mei 2020.

    Namun, ada 494 kasus Covid-19 atau Corona pada pekan lalu. Jumlah ini naik dari 246 kasus pada sepekan sebelumnya. Pemerintah dan parlemen akan membahas relaksasi fase keempat pembukaan kembali ekonomi pada 12 Agustus 2020. Ini termasuk pembukaan kembali venue musik dan kelab malam. Pemerintah Denmark telah membuka kembali kegiatan gymnasium dan kolam renang publik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.