Selasa, 22 September 2020

Dalam 24 Jam, Filipina Catatkan 3000 Lebih Kasus Virus Corona Baru

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan Wakil Presiden Leni Robredo. [QUART.COM]

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan Wakil Presiden Leni Robredo. [QUART.COM]

    TEMPO.CO, Jakarta - Situasi pandemi virus Corona di Filipina semakin akut. Dikutip dari kantor berita Reuters, dalam 24 jam terakhir, tercatat ada 3.462 kasus baru di Filipina.

    "Total infeksi telah naik menjadi 115.980, selisih sedikit dengan jumlah kasus di Indonesia yang mencapai 116.871 atau yang tertinggi di Asia Timur," sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu, 5 Agustus 2020.

    Untuk jumlah korban meninggal, Filipina mencatatkan 2.123 korban jiwa.

    Situasi yang memburuk ini memaksa Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk menerapkan kembali lockdown kepada 27 juta warga Filipina. Hal itu untuk menekan angka pandemi sekaligus memberi nafas lega pada tenaga medis yang mulai kelimpungan.

    Setidaknya ada dua rumah sakit pemerintah di Filipina yang terpaksa tutup karena tenaga medisnya tak mampu lagi menangani pasien. Bahkan, beberapa dari mereka ikut menjadi pasien virus Corona.

    Tenaga medis mendesak Duterte untuk segera menyusun langkah strategis agar situasi pandemi virus Corona di Filipina tak semakin parah. Namun, Duterte malah membalas bahwa para tenaga medis itu hendak merencanakan revolusi kepadanya.

    "Jika kalian menginginkan revolusi, maka kalian memberiku hak untuk melakukan kontra revolusi. Saya sangat berharap kalian melakukannya," sindir Duterte yang belum lama ini menyarankan warga mencuci masker dengan bensin.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.