Inggris Berisiko Gelombang Kedua Covid-19

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Staf medis menangani pasien di ambulans di RS St Thomas's, saat wabah virus corona Covid-19 di London, Inggris, 26 Maret 2020. REUTERS/Hannah McKay

    Staf medis menangani pasien di ambulans di RS St Thomas's, saat wabah virus corona Covid-19 di London, Inggris, 26 Maret 2020. REUTERS/Hannah McKay

    TEMPO.COLondonInggris berisiko mengalami gelombang kedua Covid-19 pada musim dingin 2020, yang skalanya dua kali lebih besar daripada masa awal pandemi ini.

    Ini akan terjadi jika pemerintah Inggris mengizinkan kegiatan sekolah secara penuh tanpa diikuti sistem tes medis dan pelacakan kontak.

    Ini merupakan hasil studi dari University College London dan London School of Hygiene and Tropical Medicine.

    “Jika sekolah kembali beroperasi secara penuh, maka 75 persen orang dengan gejala Covid-19 perlu menjalani diagnosa medis dan diisolasi,” begitu dilansir studi ini yang dipublikasikan di jurnal Lancet Child and Adolescent Health seperti dilansir Reuters pada Selasa, 4 Agustus 2020.

    Kedua kampus ini melakukan kajian dengan membuat model dampak pembukaan kembali sekolah.

    Ini dikombinasikan dengan relaksasi social distancing secara gradual. Ada beberapa skenario yang dibuat.

    Sekolah di Inggris tutup pada Maret 2020 saat pandemi Covid-19 mulai merebak dan pemerintah menerapkan lockdown nasional. Sekolah kembali dibuka dalam skala kecil untuk segelintir siswa. Saat ini, siswa sekolah di Inggris sedang menikmati libur musim panas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Manfaat Telur Ayam Kampung

    Sejumlah manfaat terlur ayam kampung dapat diperoleh oleh mereka yang mengkonsumsinya. Salah satunya, secara tak langsung menurunkan berat badan.