Australia Kirim 500 Tentara Tambahan ke Victoria untuk Tegakkan Karantina Diri

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berpatroli di sebuah jalan di Melbourne, Australia, 3 Agustus 2020. Melbourne memasuki pembatasan Tahap 4 dengan aturan yang lebih ketat sebagai upaya untuk membatasi pergerakan masyarakat dan penyebaran COVID-19. Xinhua/Bai Xue

    Polisi berpatroli di sebuah jalan di Melbourne, Australia, 3 Agustus 2020. Melbourne memasuki pembatasan Tahap 4 dengan aturan yang lebih ketat sebagai upaya untuk membatasi pergerakan masyarakat dan penyebaran COVID-19. Xinhua/Bai Xue

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertahanan Australia mengerahkan 500 tentara tembahan untuk menegakkan aturan karantina diri di negara bagian Victoria untuk mencegah penyebaran virus corona.

    "Saya dapat mengkonfirmasi bahwa akan ada lebih dari 500 personel ADF (Angkatan Pertahanan Australia) tambahan yang datang ke Melbourne dalam beberapa hari mendatang, mereka akan ditemani oleh lebih dari 300 petugas resmi tambahan dari departemen kesehatan, tim mereka akan terus menegakkan aturan dari pintu ke pintu," kata Gubernur Negara Bagian Victoria, Daniel Andrews, pada Selasa pagi.

    Dikutip dari CNN, 4 Agustus 2020, Andrews juga mengumumkan hukuman baru bagi orang yang melanggar arahan dari kepala petugas kesehatan, termasuk menaikkan denda menjadi US$ 3.540 (Rp 51,8 juta) untuk orang-orang yang melanggar perintah isolasi, denda hukuman di tempat dengan nominal terbesar di Victoria.

    Australia adalah satu dari sedikit negara yang berhasil membendung virus corona. Namun, kini Australia berjuang memperlambat penyebaran virus di Victoria untuk mencegah gelombang kedua infeksi nasional.

    Victoria awal pekan ini memberlakukan jam malam malam, memperketat pembatasan pergerakan harian orang-orang, dan memerintahkan sebagian besar ekonomi lokal untuk tutup demi memperlambat penyebaran virus corona.

    Tetapi hampir sepertiga dari mereka yang terinfeksi Covid-19 tidak berada di rumah untuk isolasi diri ketika diperiksa oleh pejabat, sehingga diperlukan hukuman baru yang keras, kata Daniel Andrews.

    Denda hampir AUS$ 5.000 (Rp 52 juta) akan dikeluarkan untuk siapa saja yang melanggar perintah tinggal di rumah. Pelanggar berulang menghadapi denda hingga AUS$ 20.000 (Rp 209 juta), Reuters melaporkan.

    Satu-satunya pengecualian keluar rumah adalah untuk perawatan medis yang mendesak, kata Andrews, menambahkan siapa pun di bawah perintah isolasi tidak akan lagi diizinkan meninggalkan rumah mereka untuk berolahraga di luar ruangan.

    "Udara segar ada di pintu depan. Udara segar ada di halaman depan Anda, atau halaman belakang atau bisa dengan membuka jendela," katanya.

    Seorang petugas sanitasi membersihkan fasilitas publik di Melbourne, Australia, 3 Agustus 2020. Melbourne memasuki pembatasan Tahap 4 dengan aturan yang lebih ketat sebagai upaya untuk membatasi pergerakan masyarakat dan penyebaran COVID-19. Xinhua/Bai Xue

    Andrews mengatakan denda baru dikenakan karena 800 dari 3.000 orang, yang terinfeksi dan diwajibkan mengisolasi diri, tidak berada di rumah.

    Andrews mengatakan tambahan 500 personel militer tak bersenjata minggu ini akan dikerahkan ke Victoria untuk membantu polisi dalam memastikan perintah isolasi diri dipatuhi.

    Pengerahan militer terbaru akan bergabung dengan sekitar 1.500 tentara di Victoria dan terlibat dalam pelacakan kontak, pengujian, dan membantu polisi di titik-titik pemeriksaan. Australia telah mengerahkan hampir 3.000 tentara untuk membantu operasi logistik virus.

    Menteri Kepolisian Victoria Lisa Neville juga memperingatkan bahwa Polisi Victoria akan melacak orang-orang yang melanggar pembatasan sosial virus corona. Polisi Victoria tanpa ragu akan mendenda atau bahkan menahan pelanggar pada beberapa kasus, kata Neville.

    Hingga Senin Victoria mencatat 439 kasus baru Covid-19 dan 11 kematian dalam 24 jam terakhir, kata Andrews. Ini membuat jumlah total kasus virus corona yang dilaporkan di negara bagian Victoria menjadi 12.335 dan jumlah total kematian menjadi 147.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.