Ahmadinejad Serukan Penentangan Pelarangan Nuklirnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, New York: Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad berjanji akan meneruskan pembangunan teknologi nuklirnya di tengah ancaman negara-negara Barat. Pidato tersebut disampaikan Ahmadinejad di depan sidang majelis umum Perserikatan Bangsa-Bangsa Selasa waktu setempat.Iran "akan melawan pelarangan (nuklir) dan akan membela serta meneruskan untuk mempertahankan hak-haknya," kata Ahmadinejad lantang. Kepada Amerika Serikat dan sekutunya, Ahmadinejad secara langsung menyebut, "Mereka melarang perkembangan negara lain dan berusaha memonopoli teknologi dan menggunakan monopoli tersebut untuk memaksakan kehendak mereka di negara-negara lain."Ahmadinejad juga menyerang Israel yang disebutnya sebagai "Rezim Zionis yang tengah berada di jurang kehancuran dan tak ada jalan baginya untuk keluar dari kehancuran yang dibuat mereka sendiri dan pendukung-pendukungnya." Meski berada dalam tiga tahap sanksi yang telah dijatuhkan Dewan Keamanan PBB terhadap Iran, negara para Mullah itu tetap menolak permintaan Amerika dan sekutu baratnya untuk menghentikan pengayaan uranium mereka-sebuah proses yang ditakuti Barat dan Israel akan digunakan untuk membuat bom atom. Iran berkali-kali mengatakan nuklir mereka digunakan untuk kepentingan damai dan energi nuklir semata.Ahmadinejad percaya diri dia tak akan menghadapi sanksi yang lebih berat karena di dalam tubuh Dewan Keamanan PBB yang terdiri dari Inggris, Cina, Prancis, Rusia dan Amerika Serikat terbelah. "Kami tak percaya bahwa perspektif kebijakan politik Amerika mencari bagian dunia lainnya sebagai ladang konfrontasi, akan memberi hasil yang baik," katanya kepada harian Los Angeles Time.Bukti terakhir adanya perbedaan di antara negara-negara adi daya, kementrian luar negeri Rusia menolak permintaan Amerika untuk perundingan terbaru tentang Iran. "Kami tak melihat adanya hal mendesak yang membutuhkan kami untuk bertemu mendiskusikan masalah program nuklir Iran di tengah jadwal yang padat di Sidang Umum PBB," sebut kementrian itu dalam pernyataan mereka.Amerika Serikat ingin menerapkan sanksi yang baru terhadap Iran namun Rusia dan Cina menolaknya.Soal adanya pembicaraan yang kuat menentang Amerika seperti dari negara Rusia, Suriah, dan Venezuela, Ahmadinejad menyebutnya sebagai, "Perlawanan universal terhadap keserakahan, agresi dan keegoan dari negara-negara yang kerap melecehkan tengah dibentuk.""Kerajaan Amerika di dunia tengah menghadapi akhir jalannya," ungkap Ahmadinejad. Dalam wawancaranya dengan LA Times, Ahmadinejad menyalahkan Washington atas ketegangan di dunia dan ketidakstabilan ekonomi yang dipicu krisis perbankan di Wall Street. "Masalah tak berkembang dengan tiba-tiba," katanya.Pemerintah Amerika, kata Ahmadinejad, telah membuat beberapa seri kesalahan dalam beberapa dekade belakangan ini. Pertama, lanjutnya, adalah pembebanan ekonomi Amerika terhadap militer dan keterlibatan mereka di seluruh dunia, perang di Irak sebagai contohnya. "Itu membutuhkan biaya tinggi," ujarnya.Presiden yang sebelumnya meminta agar Israel dihapus dari peta dunia itu, juga mengajukan usul agar Israel berubah menjadi negara tunggal termasuk pengembalian para pengungsi Palestina, yang secara cepat jumlahnya bertambah tinggi di populasi Yahudi.Presiden Israel Shimon Peres yang juga berada di markas PBB menyerang balik. "Saya pikir (Ahmadinejad) tak punya masa depan." Peres menuding pemimpin Iran itu menginginkan dunia kembali dalam kegelapan, kebencian, ancaman dan arogansi.AFP| JULI

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.