Otoritas Swiss Dukung Masker Wajah Covid-19 di Dalam Ruangan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membersihkan meja sebelum sidang pleno bulanan di Parlemen Eropa yang terlihat sepi akibat virus corona (COVID-19), di Brussels, Belgia, 10 Maret 2020. REUTERS/Johanna Geron

    Petugas membersihkan meja sebelum sidang pleno bulanan di Parlemen Eropa yang terlihat sepi akibat virus corona (COVID-19), di Brussels, Belgia, 10 Maret 2020. REUTERS/Johanna Geron

    TEMPO.CO, Zurich - Kepala Gugus Tugas Covid-19 Swiss, Martin Ackermann, mengatakan pemerintah harus mengurangi jumlah orang yang diizinkan hadir dalam pertemuan publik.

    Dia menyarankan jumlahnya dikurangi dari seribu orang per acara menjadi seratus orang.

    Ackermann mengatakan ada risiko lonjakan kasus baru Covid-19 jika pemerintah tidak memperketat kegiatan sosial saat pandemi sedang berlangsung.

    “Ada potensi lonjakan besar-besaran jumlah kasus harian Covid-19,” kata Ackermann seperti di lansir Reuters pada Ahad, 2 Agustus 2020.

    Ackerman, yang merupakan pakar mikrobiologi dan baru menempati posisinya pada Sabtu, mengatakan dia juga mendukung kebijakan masker wajah di dalam ruangan publik.

    “Saat ini masker wajah hanya wajib digunakan di dalam transportasi publik dan acara demonstrasi politik di Swiss,” begitu dilansir Reuters.

    Pandemi Covid-19 atau virus Corona menyebar dari Kota Wuhan, Cina bagian tengah sejak Desember 2019 seperti dilansir CNN. Wabah ini telah menyebar ke berbagai dunia dengan jumlah kasus mencapai sekitar 17.85 juta kasus dan lebih 683 ribu kasus kematian. Ada 10.32 juta kasus yang berhasil sembuh setelah menjadi perawatan di rumah sakit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.