Filipina Tambah Dokter di Manila karena Kasus Covid-19 Naik

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang supir bus menggunakan pembatas plastik untuk mencegah penyebaran virus corona setelah pelonggaran lockdown di Manila, Filipinw, 1 Juni 2020. REUTERS/Eloisa Lopez

    Seorang supir bus menggunakan pembatas plastik untuk mencegah penyebaran virus corona setelah pelonggaran lockdown di Manila, Filipinw, 1 Juni 2020. REUTERS/Eloisa Lopez

    TEMPO.COManila – Kementerian Kesehatan Filipina bertekad memperbaiki proses penanganan pandemi Covid-19 dalam sepekan.

    Kementerian berencana menambah pasukan pekerja medis di Ibu Kota Manila, Filipina.

    Ini terjadi setelah para petugas medis baik dokter dan perawat membuat pernyataan terbuka meminta penerapan lockdown atau karantina wilayah ketat karena merebaknya kasus baru Covid-19.

    “Filipina mencatat ada 4.963 kasus baru harian Covid-19, yang merupakan lonjakan kasus terbanyak dalam sehari,” begitu dilansir Reuters pada Ahad, 2 Agustus 2020.

    Ini membuat jumlah kasus baru Covid-19 di Filipina mencapai 98.232 kasus dengan korban meninggal sebanyak 2.039 orang.

    Filipina mencatat jumlah kasus Covid-19 kedua terbanyak di ASEAN setelah Indonesia.

    Sekitar 80 grup petugas medis, yang mewakili sekitar 80 ribu dokter dan sekitar 1 juta perawat mendesak pemerintah menerapkan karantina ketat Covid-19 khususnya di Manila.

    Ini terjadi karena mereka merasa kewalahan menangani jumlah pasien baru Covid-19 yang terus bertambah.

    “Para petugas medis merasa khawatir layanan sistem kesehatan di sana bakal ambruk dan tidak mampu melayani pasien baru Covid-19,” begitu dilansir Reuters.

    Kementerian Kesehatan akan meminta semua petugas kesehatan di provinsi dan yang baru kembali dari luar negeri untuk memperkuat barisan petugas medis baik dokter dan perawat di sejumlah rumah sakit di Manila.

    Pandemi Covid-19 atau virus Corona menyebar dari Kota Wuhan, Cina bagian tengah sejak Desember 2019 seperti dilansir CNN. Wabah ini telah menyebar ke berbagai dunia dengan jumlah kasus mencapai sekitar 17.85 juta kasus dan lebih 683 ribu kasus kematian. Ada 10.32 juta kasus yang berhasil sembuh setelah menjadi perawatan di rumah sakit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.