Otoritas Victoria Australia Deklarasi Status Bencana Covid-19

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fasilitas tes Covid-19 drive-through saat negara bagian Victoria mengalami lonjakan kasus wabah virus corona, di Melbourne, Australia, 25 Juni 2020. [AAP / Daniel Pockett via REUTERS]

    Fasilitas tes Covid-19 drive-through saat negara bagian Victoria mengalami lonjakan kasus wabah virus corona, di Melbourne, Australia, 25 Juni 2020. [AAP / Daniel Pockett via REUTERS]

    TEMPO.COMelbourne – Negara terpada kedua di Australia, Victoria, menyatakan status bencana pada Ahad, 2 Agustus 2020 terkait pandemi Covid-19.

    Otoritas Victoria mengumumkan penerapan jam malam untuk Ibu Kota Melbourne sebagai pembatasan paling ketat saat ini untuk mencegah penyebaran lebih lanjut Covid-19 atau virus Corona.

    Premier Victoria, Daniel Andrews, mengatakan aturan yang berlaku sebelumnya berhasil mencegah munculnya kasus baru Covid-19 setiap hari.

    Ini juga berhasil mencegah munculnya ribuan pasien Covid-19 baru.

    “Tapi aturan ini tidak berdampak cukup cepat,” kata Andrews seperti dilansir Reuters pada Ahad, 2 Agustus 2020.

    Otoritas mengumumkan jumlah kasus baru harian Covid-19 sebanyak 671, yang merupakan salah satu yang terbanyak. Ada 7 orang meninggal.

    Padahal, pemerintah telah menerapkan aturan lockdown untuk Melbourne selama enam pekan hingga 8 Agustus nanti. Namun, pemerintah sepertinya kewalahan mengatasi pandemi Covid-19 ini dengan jumlah kasus baru terus bertambah.

    Pandemi Covid-19 atau virus Corona menyebar dari Kota Wuhan, Cina bagian tengah sejak Desember 2019 seperti dilansir CNN. Wabah ini telah menyebar ke berbagai dunia dengan jumlah kasus mencapai sekitar 17.85 juta kasus dan lebih 683 ribu kasus kematian. Ada 10.32 juta kasus yang berhasil sembuh setelah menjadi perawatan di rumah sakit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.