Jamshid Sharmahd, Merancang Gulingkan Penguasa Iran dari Amerika

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin kelompok Tondar Jamshid Sharmahd yang bermarkas di Amerika berniat menghancurkan pemerintahan Iran [ Deutsche Welle}

    Pemimpin kelompok Tondar Jamshid Sharmahd yang bermarkas di Amerika berniat menghancurkan pemerintahan Iran [ Deutsche Welle}

    TEMPO.CO, Jakarta - Intelijen Iran telah menangkap pemimpin kelompok Tondar atau Petir, Jamshid Sharmahd yang dituding teroris dengan melakukan berbagai teror dari markasnya di Amerika Serikat.

    Siapa Jamshid Sharmahd?

    Sharmahd, pria Iran keturunan Jerman yang lahir tahun 1955 dan memiliki keahlian sebagai insinyur listrik. Sharmahd tinggal di Jerman sebelum memutuskan pindah ke Los Angeles tahun 2003.

    Menurut Reuters, organisasi Tondar didirikan di Los Angeles. Tondar berusaha untuk mengembalikan kejayaan kerajaan Iran yang digulingkan dalam Revolusi Islam tahun 1979.

    Tondar yang dipimpin Sharmahd melakukan perlawanan terhadap Iran dengan mendirikan radio dan televisi di luar negeri.

    Dosa Sharmahd terbesar adalah memimpin berbagai aksi penyerangan dan pengeboman di Iran dari Amerika. Sharmahd dilaporkan merancang dan mengarahkan langsung peledakan masjid Shiraz tahun 2008 yang menewaskan 14 orang dan melukai 215 orang. Dia juga dituding merancang bom sianida di pesta buku Teheran dan menanam bom di monumen Ayatollah Khomeini.

    Menteri Intelijen Iran, Mahmoud Alavi menyebut Tondar merupakan kelompok oposisi kerajaan yang paling banyak melakukan kekerasan.

    Meski Iran memasukkan Sharmahd dalam daftar buron ke Interpol, namun dia dapat masuk Iran dengan bebas.

    "Ini menunjukkan betapa kosong slogan anti-teror Amerika dan sekutu mereka di Eropa," kata Alavi.

    Penangkapan Jamshid Sharmahd terjadi di tengah permusuhan antara Iran dan Amerika yang menguat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.