Facebook Blokir Akun Pendukung Bolsonaro Secara Global

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Brasil Jair Bolsonaro menemui para pendukungnya ketika upacara penurunan bendera saat ia masih dinyatakan positif Corona di Alvorada Palace, Brasil, 24 Juli 2020. REUTERS/Adriano Machado

    Presiden Brasil Jair Bolsonaro menemui para pendukungnya ketika upacara penurunan bendera saat ia masih dinyatakan positif Corona di Alvorada Palace, Brasil, 24 Juli 2020. REUTERS/Adriano Machado

    TEMPO.CO, Jakarta - Facebook mematuhi perintah Mahkamah Agung Brasil soal penutupan akun-akun pendukung Presiden Jair Bolsonaro. Kali ini, penutupan akun dilakukan secara global, tidak lagi hanya di Brasil.

    "Perintah Mahkamah Agung Brasil ini sungguh ekstrim. Hal itu bisa mengancam kebebasan berpendapat di luar yurisdiksi Brasil. Namun, kami harus mematuhi perintah pengadilan," ujar pernyataan pers Facebook, dikutip dari Reuters, Sabtu, 1 Agustus 2020.

    Diberitakan sebelumnya, Mahkamah Agung Brasil mendenda Facebook US$367 ribu (Rp5,3 miliar) pada Jumat kemarin. Gara-garanya, mereka tidak melaksanakan perintah untuk memblokir akun-akun pendukung Presiden Brasil Jair Bolsonaro secara global.

    Kurang lebih ada 12 akun yang harus ditutup. Apabila akun-akun pendukung tersebut tidak segera diblokir secara global, maka denda yang harus ditanggung Facebook akan bertambah. Tambahannya, US$19 ribu per hari atau setara dengan Rp280 juta.

    Penutupan akun-akun itu sendiri berkaitan dengan investigasi terkait penyebaran disinformasi Brasil. Pendukung Bolsonaro disebut menggunakan media sosial untuk menyebar berita bohong yang menguntungkan Bolsonaro pada Pilpres Brasil, 2018.

    Walau menuruti perintah Mahkamah Agung Brasil, Facebook menyatakan akan mengambil langkah hukum untuk menguji perintah itu.

    Presiden Jair Bolsonaro belum memberikan tanggapan atas perintah Mahkamah Agung Brasil

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.