Ekspor Korea Selatan Membaik Meski Masih Turun

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja meletakan bahan baku ban diatas alat berat, industri Korea Selatan mengalami penurunan jumlah ekspor, pada bulan Februari 2015. Geumsan, Korea Selatan, 2 Maret 2015. SeongJoon Cho/Getty Images

    Pekerja meletakan bahan baku ban diatas alat berat, industri Korea Selatan mengalami penurunan jumlah ekspor, pada bulan Februari 2015. Geumsan, Korea Selatan, 2 Maret 2015. SeongJoon Cho/Getty Images

    TEMPO.COSeoulEkspor Korea Selatan mengalami penurunan meski mulai membaik dalam empat bulan terakhir ini.

    “Ini menandakan pemulihan dari ekonomi terbesar keempat di Asia ini mulai menunjukkan hasil meskipun ancaman dari Covid-19 secara global masih terus membayangi,” begitu dilansir Reuters pada Sabtu, 1 Agustus 2020.

    Kementerian Perdagangan melansir,“Ekspor pada Juli turun 7 persen dari periode sama setahun lalu.”

    Namun, penurunan ini semakin mengecil dibandingkan periode Juni sebesar 10.9 persen dan prediksi pasar sekitar 9.7 persen.

    Korea Selatan merupakan negara besar pertama yang merilis data bulanan perdagangan. Ini membantu publik untuk mengetahui kondisi kesehatan perdagangan global.

    Data produksi pabrik juga menunjukkan adanya lonjakan tercepat sejak 2009. Lonjakan ini lebih tinggi dari yang diperkirakan.

    “Ini membangkitkan harapan dampak terburuk Covid-19 telah mulai sirna,” begitu dilansir Reuters.

    Ada harapan ekspor akan terus membaik pada semester kedua 2020. “Meski laju pemulihan ekonomi akan berjalan sedang,” kata Park Sang-hyun, kepala ekonom di HI Investment & Securities soal dampak Corona pada ekspor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.