Covid-19, Jerman Larang Warga Berwisata ke Catalonia Spanyol

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang menikmati cuaca cerah di Volkspark Friedrichshain, ketika penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) berlanjut, di Berlin, Jerman, 12 April 2020. REUTERS/Annegret Hilse

    Orang-orang menikmati cuaca cerah di Volkspark Friedrichshain, ketika penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) berlanjut, di Berlin, Jerman, 12 April 2020. REUTERS/Annegret Hilse

    TEMPO.CO, Berlin – Kementerian Luar Negeri Jerman menyarankan warga agar tidak mengunjungi tiga wilayah Spanyol bagian utara terkait merebaknya pandemi Covid-19.

    Ini adalah Catalonia, Navarre, dan Aragon, yang mengalami peningkatan jumlah kasus harian Covid-19 selama beberapa pekan terakhir.

    Lembaga kesehatan publik Jerman, Robert Koch Institute, menempatkan tiga wilayah di Spanyol ini dalam kategori risiko tinggi.

    “Ini artinya warga Jerman yang kembali dari ketiga wilayah ini wajib menjalani karantina 14 hari atau menunjukkan dirinya bebas dari Covid-19 berdasarkan hasil tes medis,” begitu dilansir Reuters pada Jumat, 31 Juli 2020.

    Seiring bertambahnya kasus baru Covid-19 di Jerman, ada kekhawatiran turis yang baru pulang dari luar negeri bakal menambah penyebaran kasus baru.

    “Jerman melaporkan ada 870 kasus baru Covid-19 pada Jumat, yang merupakan jumlah tertinggi harian sejak pertengahan Mei,” begitu dilansir Reuters.

    Saat ini, pandemi Covid-9, yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina, pada Desember 2019, telah menewaskan sekitar 670 ribu orang. Pandemi ini juga membuat dunia jatuh ke resesi ekonomi terbesar dalam sejarah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.