Uni Eropa Beri Sanksi Rusia, Korut, dan Cina Karena Peretasan

Ilustrasi hacker. (e-propethic.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Uni Eropa menetapkan sanksi terhadap Departemen Intelijen Rusia serta perusahaan dari Korea Utara dan Cina. Sanksi tersebut dipicu sejumlah kasus peretasan ke anggota Uni Eropa pada beberapa tahun terakhir. Salah satunya, peretasan oleh Rusia pada 2017.

"Departemen Intelijen Rusia telah meluncurkan dua serangan siber pada Juni 2017 yang menyerang beberapa perusahaan Eropa dan menimbulkan kerugian finansial besar," ujar pernyataan pers Uni Eropa, Reuters, Jumat, 31 Juli 2020.

Untuk Korea Utara, adalah perusahaan Chosun Expo yang dikenai sanksi. Alasannya, mereka berafiliasi dengan kelompok Lazarus yang bertanggung jawab atas sejumlah serangan siber berskala besar. Salah satu aksinya, pencurian US$81 juta dari Bank Bangladesh dan Federal Reserve Bank of New York, 2016.

Sementara itu, untuk Cina, Uni Eropa secara spesifik memberikan sanksi ke perusahaan teknologi Haitai Technology Development. Uni Eropa menyebut perusahaan tersebut bertanggung jawab atas Operasi Cloud Hopper yang bertujuan mencuri data-data sensitif dari perusahaan multi nasional.

Sanksi Uni Eropa untuk ketiganya meliputi beberapa hal. Selain larangan perjalanan dan pembekuan aset, ketiganya tak boleh lagi bertransaksi dengan perusahaan Eropa. Perusahaan Eropa pun dilarang menjalin kerjasama dengan mereka.

Rusia belum memberikan tanggapan atas sanksi siber pertama dari Uni Eropa tersebut. Korea Utara membantah terlibat dalam aksi peretasan kelompok Lazarus. Cina malah mengatakan bahwa mereka justru sering menjadi korban peretasan.

"Kami memiliki komitmen untuk menjaga keamanan jaringan internet dan kami adalah adalah satu korban terbesar serangan peretasan," ujar kantor Misi Diplomatik Cina untuk Uni Eropa dalam pernyataan persnya.

ISTMAN MP | REUTERS






Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

6 jam lalu

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang mengutuk tindakan Cina di Selat Taiwan dan menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.


Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

9 jam lalu

Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

Volodymyr Zelensky mencatat pertempuran sengit dengan Rusia masih terjadi di garis depan dengan total panjang lebih dari 2 ribu kilometer.


Penembakan di Sekolah Rusia, 9 Tewas termasuk 5 Anak-Anak

12 jam lalu

Penembakan di Sekolah Rusia, 9 Tewas termasuk 5 Anak-Anak

Seorang pria bersenjata menembak mati sembilan orang, termasuk lima anak-anak, di sebuah sekolah di Udmurtia, Rusia.


Putin Angkat 'Tukang Jagal Mariupol' sebagai Wakil Menteri Pertahanan

12 jam lalu

Putin Angkat 'Tukang Jagal Mariupol' sebagai Wakil Menteri Pertahanan

Presiden Putin memecat Wakil Menteri Pertahanan Dmitry Bulgakov digantikan jagal Mariupol Mikhail Mizintsev, yang memimpin pengepungan di Mariupol


Ukraina Mengejek Langkah Putin Mobilisasi Militer Rusia

13 jam lalu

Ukraina Mengejek Langkah Putin Mobilisasi Militer Rusia

Melalui Twitter, Pemerintah Ukraina membagikan video dengan konten polisi Rusia yang memukuli dan menangkap orang-orang yang memprotes pemanggilan tersebut.


Kazakhstan Tolak Akui Referendum di Ukraina Timur, meski Bermitra dengan Rusia

13 jam lalu

Kazakhstan Tolak Akui Referendum di Ukraina Timur, meski Bermitra dengan Rusia

Kazakhstan tidak akan mengakui kemungkinan pencaplokan wilayah timur Ukraina oleh Rusia melalui referendum, meski mereka merupakan mitra Moskow


Rusia Lindungi Wilayah yang Dicaplok, Ukraina Tak Akan Menyerah

14 jam lalu

Rusia Lindungi Wilayah yang Dicaplok, Ukraina Tak Akan Menyerah

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menjanjikan perlindungan penuh atas wilayah Ukraina yang dicaplok melalui referendum yang dinilai Barat ilegal


Ukraina Terima Sistem Pertahanan Udara Canggih NASAMS dari AS

15 jam lalu

Ukraina Terima Sistem Pertahanan Udara Canggih NASAMS dari AS

Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina telah menerima sistem pertahanan udara NASAMS yang canggih dari Amerika Serikat.


Anggaran BSSN Naik 70 Miliar, PSI: Harus Transparan soal Rencana Kerja Keamanan Siber

19 jam lalu

Anggaran BSSN Naik 70 Miliar, PSI: Harus Transparan soal Rencana Kerja Keamanan Siber

Anggaran Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN mengalami kenaikan Rp 70 miliar di tengah maraknya peretasan. PSI berharap penggunaannya tepat sasaran


Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

19 jam lalu

Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

Beton yang semakin kuat memaksa bom-bom bunker buster semakin dahsyat. Saat ini beton yang menang?