Belarus Tangkap 30 Tentara Bayaran Rusia Atas Dugaan Terorisme

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Belarus Alexander Lukashenko, saat berpartisipasi dalam pertandingan amatir hokie es di tengah pandemik virus corona atau Covid-19 di Minsk, Belarus, 4 April 2020. Andrey Pokumeiko/BelTA/Handout via REUTERS

    Presiden Belarus Alexander Lukashenko, saat berpartisipasi dalam pertandingan amatir hokie es di tengah pandemik virus corona atau Covid-19 di Minsk, Belarus, 4 April 2020. Andrey Pokumeiko/BelTA/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Belarus menangkap lebih dari 30 orang tentara bayaran yang diyakini dikirim Rusia. Menurut Sekretaris Dewan Keamanan Belarus, Andrei Ravkov, puluhan tentara bayaran tersebut dikirim Rusia untuk mengganggu jalannya pemilu pada Agustus nanti.

    "Mereka ditahan atas tuduhan merencanakan aksi terorisme," ujar Ravkov, dikutip dari kantor berita Reuters, Kamis, 30 Juli 2020.

    Ke-30 tentara bayaran tersebut ditangkap pada hari Rabu kemarin. Penangkapan dilakukan di Minsk dan mengacu pada laporan intelijen bahwa Rusia mengirimkan 200 tentara bayaran ke Belarus.

    Keterkaitan antara Rusia dengan tentara bayaran tersebut diketahui dari mana mereka berasal. Dikutip dari Reuters, puluhan tentara bayaran itu berasal dari kontraktor militer, Wagner. Wagner adalah kontraktor militer swasta terbesar di Rusia.

    "Saya menyakini masih ada ratusan tentara bayaran yang bersembunyi di Belarus dan aparat kami sedang mencarinya," ujar Ravkov.

    Hingga berita ini ditulis, Wagner belum mau berkomentar soal penangkapan prajurit mereka. Sementara itu, Rusia telah membantah mengirimkan tentara bayaran ke Belarus.

    Sejumlah pakar yang mengamati penangkapan ke-30 tentara tersebut menyakini mereka tidak dikirim untuk mengganggu Pilpres Belarus. Melihat mereka membawa sim card dan mata uang Sudan, mereka beranggapan puluhan tentara itu hanya transit di Minsk.

    Kekhawatiran Pemerintah Belarus terhadap intervensi Rusia sendiri tak lepas sikap paranoid Presiden Alexander Lukashenko. Ia, yang dikritik karena penanganan virus Coronanya yang buruk, merasa kompetitor dan pihak asing berusaha menjatuhkannya dari kursi kepresidenan.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.