Kongres AS Sebut Google dan Facebook Ciptakan Persaingan Tak Sehat


TEMPO.CO, Jakarta - Kongres AS menyebut Google dan Facebook menciptakan persaingan tidak sehat dalam sidang persaingan usaha. Menurut mereka, kedua perusahaan itu menggunakan segala sumber daya yang mereka punya untuk mengendalikan pasar.

"Apa yang kami dengar dari kesaksian mereka membenarkan bukti-bukti yang telah kami kumpulkan tahun lalu," ujar anggota parlemen Demokrat, David Cicilline, dikutip dari Reuters, Kamis, 30 Juli 2020.

Dalam sidang persaingan usaha yang berlangsung Rabu kemarin waktu Amerika, empat perusahaan teknologi raksasa AS dicecar terkait praktik bisnis mereka. Mereka adalah Facebook, Google, Amazon, dan Apple. Dugaan yang dimiliki oleh Kongres AS, keempatnya menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat mulai dari mengancam kompetitor hingga menjatuhkan usaha mereka.

Dari keempatnya, adalah Facebook dan Google yang tampak kelimpungan menjawab cecaran Kongres AS. Ditanyai soal praktik bisnis keduanya, terutama soal praktik menjatuhkan dan mengakuisisi kompetitor secara agresif, mereka kerap berkelit dengan meminta waktu untuk mengecek kembali tuduhan-tuduhan yang ditanyakan atau menjawab tidak tahu.

Selah satu contohnya ketika Kongres AS menanyakan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, soal keputusan di balik akuisisi Instagram. Mereka menanyakan apakah Zuckerberg mengakuisisi Instagram di tahun 2012 karena merasa perusahaan itu akan menjadi ancaman di kemudian hari.

Zuckerberg sempat gelagapan hendak menjawab apa. Ia pada akhirnya menyatakan bahwa akuisisi itu dilakukan karena Instagram adalah perusahaan kecil, belum menjadi fenomena medsos.

Kongres lanjut mencecar Zuckerberg apakah Facebook mencoba mencuri fitur dari kompetitor-kompetitor yang lebih kecil. Zuckerberg menjawab diplomatis dengan mengatakan bahwa Facebook mengadopsi sejumlah teknologi yang sama dengan kompetitornya. Ditanyai berapa banyak, Zuckerberg menjawab, "saya tidak tahu".

Dari sisi Google, mereka dicecar soal pencurian konten dari bisnis lain. Dalam penjelasan Kongres AS, Google mengancam akan menghilangkan bisnis itu dari hasil pencarian (delist) apabila memprotes langkahnya. Salah satu korbannya, menurut Kongres AS, adalah platform review restoran, Yelp.

Sundar Pichai, CEO dari Alphabet (Google) mengaku tidak tahu akan kasus tersebut dan meminta waktu untuk mempelajarinya. "Kami selalu berupaya untuk bekerja dengan standar tertinggi," ujar Pichai

ISTMAN MP | REUTERS






Apple Hapus Facebook-nya Rusia dari App Store, Pasang Kembali Smart Voting?

1 hari lalu

Apple Hapus Facebook-nya Rusia dari App Store, Pasang Kembali Smart Voting?

Apple melanjutkan kebijakannya atas Rusia pascaperang yang terjadi di Ukraina.


Meta Ungkap Ganggu Operasi Terbesar dari Rusia sejak Perang Ukraina

1 hari lalu

Meta Ungkap Ganggu Operasi Terbesar dari Rusia sejak Perang Ukraina

Meta melaporkan lebih dari 60 situs web yang meniru organisasi berita Eropa, diperkuat oleh jaringan akun media sosial yang juga palsu.


Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

1 hari lalu

Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

Luhut Binsar Panjaitan menceritakan beberapa pakar ekonomi di Amerika Serikat memuji kondisi perekonomian Indonesia.


Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

2 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

Luhut Binsar Panjaitan meminta Indonesia harus kompak menghadapi ancaman resesi global 2023.


Bakal Fitur Baru Whatsapp Call Links, Simak Kegunaannya

2 hari lalu

Bakal Fitur Baru Whatsapp Call Links, Simak Kegunaannya

Fitur ini berfungsi untuk siapa saja di WhatsApp, bahkan jika mereka tidak ada dalam daftar kontak.


BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

7 hari lalu

BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

BI memprediksi ekonomi global tahun depan turun jadi 2,7 persen, bahkan 2,6 persen.


Mark Zuckerberg Umumkan Kehamilan Istri, Bakal Jadi Ayah 3 Anak Perempuan

7 hari lalu

Mark Zuckerberg Umumkan Kehamilan Istri, Bakal Jadi Ayah 3 Anak Perempuan

Mark Zuckerberg mengatakan adik dari dua anak pertama dan keduanya akan lahir tahun depan.


50 Tahun Korea Selatan-Indonesia: Solusi Sikapi Konflik AS-Cina di Indo-Pasifik

12 hari lalu

50 Tahun Korea Selatan-Indonesia: Solusi Sikapi Konflik AS-Cina di Indo-Pasifik

Hubungan Indonesia-Korea Selatan diprediksi kian erat di tengah ketegangan di kawasan Indo-Pasifik antara Amerika Serikat dan Cina.


Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

16 hari lalu

Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

Pemulangan keluarga ISIS ke negara asalnya memakan waktu yang panjang, hingga empat tahun. Padahal kondisi kamp sudah tidak aman


PBB: Facebook Serahkan Jutaan Data Dugaan Kejahatan Perang Myanmar

16 hari lalu

PBB: Facebook Serahkan Jutaan Data Dugaan Kejahatan Perang Myanmar

Facebook telah menyerahkan jutaan item yang dapat mendukung tuduhan kejahatan perang dan genosida yang terjadi di Myanmar pada tahun 2017 terhadap Rohingya