Militer Amerika Bakal Pindahkan Markas dari Jerman ke Belgia

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan sekutu NATO yang diterjunkan dalam latihan Anakonda 16 di Torun, Polandia, 7 Juni 2016. Polandia dan 20 lebih negara anggota NATO akan mengadakan latihan militer besar-besaran untuk menenangkan negara-negara Eropa tengah dan timur. AP/Alik Keplicz

    Pasukan sekutu NATO yang diterjunkan dalam latihan Anakonda 16 di Torun, Polandia, 7 Juni 2016. Polandia dan 20 lebih negara anggota NATO akan mengadakan latihan militer besar-besaran untuk menenangkan negara-negara Eropa tengah dan timur. AP/Alik Keplicz

    TEMPO.CO, JakartaMiliter Amerika Serikat bakal memindahkan markas besar dari Stuttgart, Jerman, ke Belgia.

    Keputusan ini merupakan bagian dari penarikan 12 ribu anggota pasukan AS dari Jerman.

    Presiden AS, Donald Trump, memerintahkan penarikan pasukan ini karena terjadi perbedaan pendapat dengan pemerintah Jerman soal tagihan biaya pertahanan NATO.

    “Saya katakan kepada Anda ini akan mencapai apa yang Presiden inginkan dengan mengurangi jumlah pasukan di Eropa. Ini juga memenuhi target lainnya yang saya jabarkan dengan pertimbangan strategis,” kata Mark Esper, menteri Pertahanan AS, seperti dilansir Reuters pada Rabu, 29 Juli 2020.

    Sekitar enam ribu pasukan AS yang meninggalkan Jerman akan relokasi ke sejumlah negara Eropa lain seperti Belgia, dan Italia. Belgia adalah negara Eropa yang menaungi kantor pusat Uni Eropa dan markas besar NATO.

    Sekitar enam ribu pasukan lainnya akan berada di AS dan melakukan rotasi rutin ke Eropa tanpa diikuti keluarganya.

    Pejabat AS mengatakan hanya pasukan pertama berjumlah kecil yang akan meninggalkan Jerman. Sisanya akan pergi dari Jerman secara bertahap karena mempertimbangkan faktor biaya tambahan yang besar.

    Ini menjadi pukulan besar bagi Jerman, yang merupakan sekutu dan mitra dagang AS.

    Soal ini, Presiden Trump mengatakan penarikan pasukan karena AS tidak ingin terus menerus menjadi pihak yang kalah.

    “Kita tidak ingin menjadi orang yang kalah lagi,” kata Trump kepada media di Gedung Putih pada Rabu, 29 Juli 2020 soal keputusan penarikan pasukan itu seperti dilansir Reuters.

    Trump melanjutkan,”Kita mengurangi jumlah pasukan karena mereka tidak membayar tagihan biaya. Ini sangat sederhana.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.