Emirates Tawarkan Biaya Perawatan Jika Penumpang Kena Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim pembersih Emirates menyemprotkan dan membersihkan kabin pesawat dengan desinfektan sejam sebelum pesawat berangkat. Foto: The National

    Tim pembersih Emirates menyemprotkan dan membersihkan kabin pesawat dengan desinfektan sejam sebelum pesawat berangkat. Foto: The National

    TEMPO.CO, JakartaEmirates Airlines menawarkan biaya pemakaman untuk kasus jika ada penumpang maskapai itu meninggal karena infeksi virus corona. Bukan hanya itu, Emirates juga akan membantu mengantar jasad tersebut ke negara asalnya guna dikebumikan.  

    Pengumuman itu disampaikan Emirates di situsnya, yang sebelumnya pada Kamis, 23 Juli 2020, menyatakan akan membayar biaya pengobatan para penumpangnya sampai US$ 117 per hari selama 14 hari, jika mereka terdiagnosa terkena virus corona selama perjalanan udara.

    “Kematian karena virus corona dan bantuan akan diberikan, termasuk mengirimkan jenazah dari lokasi jenazah ke tempat pemakaman dalam area yang masuk akal. Biaya pemakaman sampai US$ 1.758 atau Rp 25 juta,” demikian pernyataan Emirates.  

    Fasilitas ini berlaku untuk semua penumpang Emirates yang melakukan perjalanan pada periode 23 Juli – 31 Oktober 2020 apapun jenis tiket mereka dan tujuan mereka. Akan tetapi, Emirates tidak menanggung biaya untuk pemeriksaan atau tes virus corona.

    Untuk bisa mendapatkan fasilitas tersebut, Emirates mengatakan setiap penumpang harus mendapatkan persetujuan di awal dari departemen Emirates Covid-19 Cover Assistance. Jika penumpang itu nantinya tertular virus corona setelah melakukan perjalanan udara ini, mereka harus memberikan dokumen yang diperlukan, seperti bukti tiket penerbangan dengan Emirates, boarding pass, paspor dan hasil tes virus corona yang tanggalnya tidak boleh terlalu jauh dari tanggal penerbangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.