Menteri Inggris Tanggapi Karantina Covid-19 Turis dari Spanyol

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung bermain selancar di pantau Las Canteras, setelah pelonggarab lockdown saat pandemi virus corona atau COVID-19 di pulau Gran Canaria, Spanyol, 2 Mei 2020. REUTERS/Borja Suarez

    Sejumlah pengunjung bermain selancar di pantau Las Canteras, setelah pelonggarab lockdown saat pandemi virus corona atau COVID-19 di pulau Gran Canaria, Spanyol, 2 Mei 2020. REUTERS/Borja Suarez

    TEMPO.COLondon – Pemerintah Inggris belum memiliki alternatif lain terkait penerapan karantina selama 14 hari untuk pelancong yang datang dari negara dengan pandemi Covid-19 tinggi.

    Menteri Budaya, Oliver Dowden, mengatakan ini terkait penerapan ketentuan karantina untuk semua pelancong yang tiba dari Spanyol sejak akhir pekan lalu.

    “Kami tidak bisa mengambil risiko mengimpor Covid-19 dari negara-negara lain yang jumlah kasusnya sedang naik,” kata Dowden seperti dilansir Reuters pada Rabu, 29 Juli 2020.

    Terkait kebijakan pemerintah Inggris ini, pemerintah Spanyol telah menyatakan keberatannya. Madrid juga memprotes peringatan perjalanan dari pemerintah Jerman yang berisi himbauan agar tidak berlibur di Spanyol.

    Spanyol beralasan jumlah peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Spanyol hanya terjadi di wilayah tertentu yaitu Catalonia.

    Kementerian Luar Negeri Spanyol juga telah meminta Inggris untuk mengecualikan ketentuan karantina ini terhadap pelancong yang datang ke kawasan Belearic dan Kepualau Canary.

    Ini karena jumlah kasus baru Covid-19 di wilayah Spanyol ini lebih rendah dibandingkan Inggris seperti dilansir CNN.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.