Donald Trump Iri Dengan Popularitas Anthony Fauci

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump berbicara selama briefing harian tentang virus corona di Gedung Putih di Washington, AS, 21 Juli 2020. [REUTERS / Leah Millis]

    Presiden AS Donald Trump berbicara selama briefing harian tentang virus corona di Gedung Putih di Washington, AS, 21 Juli 2020. [REUTERS / Leah Millis]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Donald Trump mengaku iri dengan popularitas penasehat medis dan pakar pandemi Anthony Fauci. Menurutnya, popularitas Fauci terus naik sementara dirinya cenderung stagnan atau bahkan turun.

    "Dia bekerja untuk kami dan kami menuruti apa yang ia rekomendasikan. Hasilnya, ia mendapat angka popularitas yang tinggi sementara saya tidak. Kok bisa? Seharusnya kami tinggi juga," ujar Donald Trump pada Selasa kemarin waktu Amerika, 28 Juli 2020.

    Walau mengaku iri dengan Fauci, Donald Trump menegaskan bahwa hubungannya dengan dokter itu baik-baik saja. Ia mencoba memperhalus pernyataannya dengan berkata bahwa dirinya hanya penasaran dengan popularitas Fauci di Amerika.

    "Dia bekerja untuk administrasi kami. Kami bisa saja menggunakan orang lain, tidak harus Fauci. Namun, kami memilih jasanya...Jadi, saya lebih ke penasaran saja," ujar Trump menegaskan.

    Ironisnya, Trump menyampaikan rasa irinya tersebut tak lama setelah menuduh Fauci menyesatkan publik. Salah satunya terkait penggunaan Hydroxychloroquine yang tidak direkomendasikan Fauci namun dipromosikan oleh Trump.

    Senin kemarin, Trump me-retweet sejumlah klaim terkait virus Corona. Salah satu yang ia retweet adalah pernyataan bahwa Fauci adalah penipu. Dalam tweet tersebut, Fauci dikatakan menipu publik ketika tidak merekomendasikan hydroxychloroquine.

    Hydroxychloroquine, sebagaimana diberitakan beberapa kali, adalah obat Malaria. WHO sempat tidak melarang Hydroxychloroquine untuk pengobatan virus Corona. Namun, setelah serangkaian uji klinis dilakukan, mereka tidak merekomendasikan obat itu karena tidak berefek. 

    Sebelum kasus retweet tersebut, Trump sendiri sudah beberapa kali berbeda pandangan dengan Fauci. Misalnya, beberapa waktu lalu, Trump memilih untuk tidak mengikuti saran Fauci soal jangan membuka lockdown terlalu cepat. Imbas dari keputusan Trump, Amerika menjadi episentrum virus Corona.

    Menurut Trump, Fauci terlalu berhati-hati dalam menangani virus Corona. Fauci menanggapinya santai, mengklaim dirinya adalah seorang realis, bukan alarmis yang terlalu berhati-hati.

    ISTMAN MP | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.