235 Pasien Virus Corona di Iran Meninggal dalam 24 Jam

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. Antara/Muhammad Adimaja

    Ilustrasi pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. Antara/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Iran mencatat ada 235 kematian baru karena virus corona dalam tempo 24 jam terakhir. Kasus infeksi virus corona di Iran serta kematian yang disebabkannya telah meningkat secara signifikan sejak lockdown dilonggarkan pada pertengahan April lalu.

    Iran telah menjadi negara di kawasan Timur Tengah yang paling terpukul oleh pandemik virus corona.

    .

    Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Sima Sadat Lari, mengumumkan dalam sebuah siaran televisi bahwa kasus virus corona di negara itu sudah menyentuh angka 296.273 kasus. Sedangkan jumlah pasien yang meninggal karena virus ini sebanyak 16.147 orang.

    Presiden Iran Hassan Rouhani pada Sabtu, 25 Juli 2020, mendesak masyarakat Iran agar menjalankan protokol kesehatan dan tetap melakukan social distancing menjelang perayaan Idul Adha. Sedangkan Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi mengimbau masyarakat agar jangan mengunjungi Kota Mashhad di wilayah timur Iran karena di sana kenaikan kasus virus coronanya sangat tinggi, yakni 300 persen dalam tempo satu bulan.

    Pada akhir Juli ini, umat Muslim diseluruh dunia akan merayakan hari raya Idul Adha atau Idul Kurban. Arab Saudi sudah membatasi jumlah jamaah haji demi menghentikan penyebaran virus corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.