Belgia Perketat Jarak Sosial karena Covid-19 Bertambah

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Richard Josefiak, penghuni panti jompo Le Jardin de Picardie, mencium putrinya dari balik sekat plastik di Peruwelz, Belgia, 1 Juli 2020. Pihak panti jompo memasang sekat plastik agar penghuni dapat berinteraksi secara fisik dengan memeluk dan mencium keluarganya secara aman di tengah wabah virus Corona. REUTERS/Yves Herman

    Richard Josefiak, penghuni panti jompo Le Jardin de Picardie, mencium putrinya dari balik sekat plastik di Peruwelz, Belgia, 1 Juli 2020. Pihak panti jompo memasang sekat plastik agar penghuni dapat berinteraksi secara fisik dengan memeluk dan mencium keluarganya secara aman di tengah wabah virus Corona. REUTERS/Yves Herman

    TEMPO.CO, Brussels -- Pemerintah Belgia memperketat kontak sosial masyarakat pada Senin, 27 Juli 2020 setelah merebaknya pandemi Covid-19 selama tiga pekan terakhir.

    Perdana Menteri, Sophie Wilmes, mengatakan satu keluarga Belgia hanya boleh menemui lima orang lain dalam empat pekan ke depan. Jumlah ini turun drastis dari sebelumnya 15 orang.

    Pemerintah juga mengurangi jumlah orang yang melakukan pertemuan di dalam ruangan maksimal 100 orang dan di luar ruangan 200 orang.

    Wilmes juga mengatakan masyarakat harus bekerja sebisa mungkin dari rumah dan membeli sendiri barang keperluan sehari-hari.

    “Kami melakukan ini untuk mengontrol situasi dan mencegah dilakukannya karantina wilayah atau lockdown,” kata Wilmes seperti dilansir Reuters pada Senin, 27 Juli 2020.

    Belgia pernah menerapkan lockdown pada pertengahan Maret dan mulai merelaksasi belakangan ini. Brussels, yang merupakan ibu kota Belgia, juga merupakan ibu kota Uni Eropa.

    Otoritas mencatat ada 279 kasus baru harian pada Senin kemarin dibandingkan 80 kasus pada awal Juli. Kota pelabuhan Antwerp mengalami wabah Covid-19 paling berat.

    Kota Antwerp menerapkan jam malam dari pukul setengah dua belas malam hingga enam pagi. Kota mewajibkan masyarakat bekerja dari rumah untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.