Petani Kosta Rika Lakukan Penghijauan Kembali Hutan 7 Hektar

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hutan Kosta Rika. Living Intelligent

    Ilustrasi hutan Kosta Rika. Living Intelligent

    TEMPO.CO, Jakarta - Petani Pedro Garcia dari Kosta Rika memangku bibit pohon almond gunung di pangkuannya untuk penghijauan

    Pohon ini bisa tumbuh hingga sekitar 60 meter dan menjadi tempat bersarang favorit dari burung macaw besar hijau.

    “Ini peninggalan saya,” kata Garcia, 57 tahun, seperti dilansir CNN pada Senin, 27 Juli 2020.

    Garcia, 57 tahun, bekerja di lahan seluas 7 hektar miliknya di El Jicaro, yang terletak di Kosta Rika timur laut, selama 36 tahun.

    Lewat keuletannya, lahan tandus untuk gembala ternak ini telah berubah menjadi hutan leban untuk hewan liar.

    Aroma vanila menyebar di udara hutan ini dan suara kepakan saya burung hummingbird terdengar seliweran.

    Selain memulihkan lahan ini menjadi hutan kembali, Garcia juga mengembang-biakkan sejumlah tanaman agrikultur seperti nanas organik.

    Namun, penghasilannya dari berkebun ini tidak sampai mendatangkan laba.

    Justru Garcia dan Adilia Villalobos, mendapatkan pemasukan dari kunjungan  ahli biologi dan ekologi ekowisata.

    Pemerintah Kosta Rika juga memberi stimulus berupa dana payments for ecosystem services atau PES.

    Dana ini diberikan kepada petani yang melakukan penghijauan kembali dan perlindungan lingkungan.

    “Ini luar biasa,” kata Stewart Maginnis, direktur global dari International Union for Conservation of Nature.

    Menurut dia, Kosta Rika mengalami kemajuan signifikan untuk program penghijauan kembali.

    Pada 1970 – 1980, kata Maginnis, Kosta Rika mengalami deforestasi terbesar di Amerika Latin. “Tapi, negara ini mampu membalik keadaan dalam waktu relatif singkat,” kata Maginnis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.