Virus Corona, Paus Fransiskus Minta Lansia Dapat Perhatian Khusus

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus memimpin misa malam paskah di tengah pendemi virus corona atau Covid-19 di St. Peter's Basilica, Vatikan, 12 April 2020. Paus Fransiskus mendorong umat agar

    Paus Fransiskus memimpin misa malam paskah di tengah pendemi virus corona atau Covid-19 di St. Peter's Basilica, Vatikan, 12 April 2020. Paus Fransiskus mendorong umat agar "tidak menyerah pada rasa takut" dan berfokus pada "pesan harapan" saat misa malam paskah. Vatican Media/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, JakartaPaus Fransiskus dalam misa Minggu, 26 Juli 2020, meminta para jamaahnya agar menganggap setiap lansia sebagai kakek-nenek mereka sendiri. Imbauan itu disampaikan Paus Fransiskus menyoroti para lansia yang menderita kesepian selama pandemik virus corona.

    Seruan Paus Fransiskus tersebut diapresiasi oleh para jamaah yang berkumpul di lapangan St. Peter’s, Vatikan, dalam misa mingguan.

    “Jangan biarkan mereka sendirian,” kata Paus Fransiskus, seperti dikutip dari english.alarabiya.net.

    Paus Fransiskus membacakan pesan "Urbi et Orbi" ("To the City and the World") saat malam misa paskah di tengah pendemik virus corona di St. Peter's Basilica, 12 April 2020. Vatican Media/Handout via REUTERS

    Dalam khutbahnya, Paus Fransiskus mendesak umat Katholik agar menelepon, melakukan video-call atau berkunjung ke rumah para lansia tersebut jika memungkinkan dengan tetap melakukan social distancing. Jaga jarak fisik penting dilakukan demi menghentikan penyebaran virus corona.

    “Saya ingin mengundang anak-anak muda agar bersikap lemah-lembut pada orang tua, khususnya mereka yang kesepian di rumah atau tempat tinggalnya atau mereka yang sudah berbulan-bulan tidak berjumpa orang-orang yang mereka sayangi. Berikan mereka pelukan, dari merekalah asal usul mu (orang tua),” kata Paus Fransiskus.

    Lansia telah menjadi kelompok orang paling rentan terhadap wabah virus corona. Beberapa rumah jompo telah menjadi rumah kematian.

    Di beberapa rumah jompo, lansia tidak diizinkan dibesuk oleh sanak-saudara mereka. Mereka juga dibatasi dalam menerima panggilan telepon atau video-call.       


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bandingkan Ledakan di Beirut dengan Bom Atom Hiroshima Nagasaki

    Pemerintah Lebanon meyakini ledakan di Beirut disebabkan 2.750 ton amonium nitrat. Banyak orang membandingkannya dengan bon atom Hiroshima Nagasaki.