Milisi Kulit Hitam Bersenjata Api Demo Anti-Rasisme di Amerika

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok milisi kulit hitam bersenjata api berdemonstrasi di Louisville, Amerika, menuntut investigasi kasus tewasnya Breonna Taylor. Reuters.

    Kelompok milisi kulit hitam bersenjata api berdemonstrasi di Louisville, Amerika, menuntut investigasi kasus tewasnya Breonna Taylor. Reuters.

    TEMPO.COLouisville – Sekelompok demonstran bersenjata api dari warga kulit hitam di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, turun ke jalan mendesak keadilan terkait kasus bernuansa rasisme.

    Mereka mendesak investigasi atas tewasnya Breonna Taylor, yang merupakan perempuan kulit hitam dan tewas akibat tindakan polisi saat menyerbu masuk ke apartemennya pada Maret 2020.

    Para demonstran ini tergabung dalam kelompok milisi NFAC dan membawa sejumlah senapan semi-otomatis dan shotgun. Mereka juga memakai seragam paramiliter berwarna hitam sambil berjalan membentuk formasi pasukan.

    Mereka sempat berhadapan dengan kelompok demonstran bersenjata lainnya sebelum dipisahkan polisi di perempatan jalan.

    “Jika Anda tidak mengatakan kepada kami apa yang terjadi, maka kami akan akan berpikir kalian tidak bertindak apa-apa soal kasus ini,” kata John “Grandmaster Jay” Johnson, dalam orasi di hadapan massa pendukungnya seperti dilansir media lokal Courier Journal dan dikutip Reuters pada Ahad, 26 Juli 2020.

    Breonna Taylor, 26 tahun, adalah seorang teknisi medis darurat di sebuah rumah sakit. Dia tewas saat terjadi tembak menembak ketika polisi anti-narkoba memasuki apartemennya tanpa surat perintah pengadilan di Lousville empat bulan lalu.

    Kepolisian Louisville tidak memproses secara hukum tiga polisi yang terlibat dalam insiden ini. Satu polisi diberhentikan pada Juni namun dua lainnya hanya dikenakan sanksi administratif.

    Johnson meminta polisi mempercepat pengusutan kasus tewasnya Taylor ini secara transparan.

    Kelompok NFAC ini menarik perhatian pada 4 Juli 2020 saat mereka berdemonstrasi di Stone Mountain Park dekat Atlanta. Saat itu, mereka menuntut agar pemindahan patung batu raksasa Konfederasi, yang dinilai aktivis hak sipil Amerika sebagai monumen rasisme.

    Kasus Breonna Taylor ini muncul kembali ke permukaan setelah terjadi insiden penangkapan George Floyd oleh polisi kulit putih di Minneapolis pada 25 Mei 2020. Floyd tewas kehabisan napas karena polisi menekan leher belakangnya dengan lutut selama sekitar sembilan menit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.