Parlemen Somalia Copot Perdana Menteri Dalam Mosi Tidak Percaya

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Somalia, Hassan Ali Khaire. Reuters

    PM Somalia, Hassan Ali Khaire. Reuters

    TEMPO.COMogadishu – Parlemen Somalia menjatuhkan Perdana Menteri Hassan Ali Khaire dalam mosi tidak percaya pada voting yang berlangsung Sabtu, 25 Juli 2020.

    Ini terjadi di tengah konflik antara Khaire dan Presiden Mohamed Abdullahi Mohamed.

    Keduanya berbeda pendapat soal pelaksanaan pemilu nasional, yang dijadwalkan pada Februari 2021.

    Perdana Menteri berkukuh menggelar pemilu sedangkan Presiden berkeinginan menundanya.

    “Anggota parlemen memungut suara dan memutuskan menurunkan Khaire dari jabatannya dengan voting 170 berbanding 8,” begitu dilansir Reuters pada Sabtu, 25 Juli 2020.

    Menurut ketua parlemen,”Pemerintah telah gagal memenuhi janjinya untuk menyiapkan rencana pemilu satu orang satu suara,” kata Mohamed Mursal Sheikh Abdirahman, ketua parlemen.

    Dia mengacu kepada rencana pemilu langsung pertama sejak perang sipil pecah pada 1991 di Somalia.

    Selama ini, Somalia menggelar pemilu perwakilan dengan mengggunakan tokoh seperti di masa lalu. Ini terkait gangguan keamanan yang disebabkan militan al Shabaab di sejumlah wilayah.

    Menteri Keamanan Dalam Negeri, Mohamed Abukar Islow, menuding ketua parlemen dan Presiden berupaya menjatuhkan PM untuk memperpanjang masa jabatan mereka.

    “Ini hari yang gelap,” kata Islow, yang mengatakan pemilu harus digelar setiap empat tahun sekali. Khaire, yang merupakan eks eksekutif perusahaan minyak, belum bisa dimintai konfirmasinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.