Amerika Serikat Curiga Rusia Kirim Peralatan Militer ke Libya

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) dukungan PBB tampak mengenakan masker dalam genjatan senjata melawan Tentara Nasional Libya di garis depan Ain-Zara di Tripoli, Libya, 25 Maret 2020. Pemerintah Libya menyatakan mendeteksi kasus infeksi pertama virus Corona ada Selasa (24/3) di tengah perang saudara yang masih berkecamuk di negara tersebut. Xinhua/Amru Salahuddien

    Pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) dukungan PBB tampak mengenakan masker dalam genjatan senjata melawan Tentara Nasional Libya di garis depan Ain-Zara di Tripoli, Libya, 25 Maret 2020. Pemerintah Libya menyatakan mendeteksi kasus infeksi pertama virus Corona ada Selasa (24/3) di tengah perang saudara yang masih berkecamuk di negara tersebut. Xinhua/Amru Salahuddien

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat menuding Rusia mengirimkan lebih banyak peralatan militer ke para tentara bayarannya di Libya, salah satunya di Kota Sirte, Libya. Tindakan Rusia tersebut melanggar kesepakatan embargo senjata.

    Militer Amerika Serikat untuk Komando Afrika (AFRICOM) pada Jumat, 24 Juli 2020, mengatakan ada setumpuk bukti dari foto-foto satelit yang memperlihatkan pesawat kargo milik Moskow. Terlihat pula ada pesawat IL-6s yang membawa suplai dari Wagner Group, yakni sebuah perusahaan swasta kontraktor militer dari Rusia untuk para militan di Libya.

    “Gambar-gambar satelit merefleksikan lingkup yang luas keterlibatan Rusia. Mereka berusaha menancapkan kaki di Libya,” kata Gregory Hadfield, Wakil Direktur AFRICOM bidang intelijen, dalam situs AFRICOM.

    Kendaraan militer pasukan Misrata, di bawah perlindungan pasukan Tripoli, terlihat di lingkungan Tajura, sebelah timur Tripoli, Libya 6 April 2019. [REUTERS / Hani Amara]  

    Dalam situs itu dijelaskan pula peralatan pertahanan udara Rusia, termasuk SA-22s ada di Libya dan dioperasikan oleh Rusia. Beberapa foto juga memperlihatkan keberadaan truk-truk dari Wagner dan tambang Rusia. Terlihat pula kendaraan lapis baja di Libya. Jenis dan volume peralatan militer yang terlihat di Libya tersebut mengarah pada kemampuan aksi tempur yang berkelanjutan.

    Saat berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari Rusia atas kecurigaan Amerika Serikat tersebut.

    Dikutip dari aljazeera.com, Libya jatuh dalam kekacauan ketika pada 2011 pemimpin berkuasa di Libya Muammar Gaddafi, digulingkan dan dibunuh. Negara kaya minyak itu sekarang terbelah, di mana  Government of National Accord (GNA) secara internasional diakui secara internasional sebagai pemegang kendali di Libya. Government of National Accord menguasai Ibu Kota Tripoli dan wilayah barat daya negara itu.

    Sedangkan kelompok pemberontak pimpinan Khalifa Haftar dan Libyan National Army (LNA) menguasai Kota Benghazi yang ada di timur Libya. Haftar mendapat dukungan dari Uni Emirat Arab, Mesir dan Rusia. Adapun GNA didukung oleh Turki. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.