Amerika Tangkap Pria Singapura, Diduga Agen Intelijen Cina

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Mata-Mata Cina. Infowars

    Ilustrasi Mata-Mata Cina. Infowars

    TEMPO.CO, Hong Kong — Seorang pria Singapura yang tinggal di Washington D.C., Amerika Serikat, mengaku bersalah menjadi agen ilegal untuk pemerintahan asing.

    Jaksa penuntut di Amerika mengatakan Jun Wei Yeo alias Dickson Yeo telah bekerja untuk intelijen Cina selama 4 - 5 tahun.

    Dia merekrut warga Amerika dengan akses terhadap informasi penting lewat internet.

    Dia juga meminta warga AS untuk menulis laporan mengenai informasi yang diperoleh lalu Yeo menyampaikan laporan itu ke Beijing.

    “Pemerintah Cina menggunakan berbagai cara duplikat untuk mendapatkan informasi sensitif dari warga Amerika yang tidak menyadarinya,” kata John Demers, asisten Jaksa Agung AS, seperti dilansir CNN pada Sabtu, 25 Juli 2020.

    Menurut Demers, Yeo berperan sentral dalam proses perekrutan dan pencarian informasi sensitif ini.

    “Dia menggunakan situs jaringan karir dan perusahaan konsultan palsu untuk memikat warga Amerika yang mungkin menarik bagi kepentingan pemerintah Cina,” kata Demers.

    Terungkapnya jaringan intelijen Cina di Amerika Serikat ini menandai ketegangan baru antara kedua negara.

    Selama beberapa tahun terakhir, hubungan AS dan Cina memburuk. Pada Selasa pekan ini, kemenlu AS memerintahkan kantor Konsulat Jenderal Cina di Houston untuk tutup dalam tiga hari.

    Setelah tenggat terlewati, petugas keamanan AS mendobrak masuk ke dalam kantor konjen yang terkunci seperti dilansir Reuters.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.