Amerika dan Inggris Tuduh Rusia Ciptakan Senjata Luar Angkasa

Satelit Rusia. sciencealert.com

TEMPO.CO, Jakarta - Militer Amerika dan Inggris menuduh Rusia tengah menguji senjata baru yang berada di luar angkasa. Adapun senjata tersebut, menurut keduanya, mampu meluncurkan serangan yang menyasar satelit negara lain.

"Komando Luar Angkasa Amerika telah memegang bukti bahwa Rusia menggelar uji coba senjata baru yang berbasis di luar angkasa," ujar pernyataan pers Militer Amerika, dikutip dari CNN, Jumat, 24 Juli 2020.

Senjata tersebut diluncurkan dari satelit Cosmos 2453 milik Rusia pada Kamis kemarin. Selama uji coba, senjata baru tersebut selalu melayang di dekat Cosmos 2453. Militer Amerika berkata, Rusia tidak pernah menyampaikan bahwa akan ada unit baru yang diterbangkan di dekat Cosmos 2453.

"Tindakan seperti itu mengancam keamanan di luar angkasa. Apabila menimbulkan debris, bisa mengganggu satelit dan sistem luar angkasa berbagai negara yang dibutuhkan banyak orang," ujar Kepala Direktorat Luar Angkasa Inggris, Harvey Smyth.

Sebelumnya, Amerika dan Inggris sudah pernah menuduh Rusia mengembangkan senjata anti-satelit. Namun, pernyataan terbaru ini adalah pertama kalinya mereka menuduh Rusia memiliki senjata orbital atau senjata yang berbasis di luar angkasa.

"Ini sama dengan sistem senjata Rusia yang kami curigai awal tahun ini, ketika satelit Rusia bermanuver di dekat satelit Amerika," ujar Jenderal John W Raymond, Komandan dari Komando Luar Angkasa Amerika.

Sebagai catatan, ancaman senjata luar angkasa dari Rusia serta sekutunya, Cina, adalah alasan kenapa Amerika membentuk Komando Luar Angkasa Amerika dan Pasukan Luar Angkasa (US Space Force). Komando tersebut dibentuk Presiden Amerika Donald Trump karena menyakini perperangan selanjutnya akan berlangsung di luar bumi.

ISTMAN MP | CNN






Top 3 Dunia: Unjuk Rasa Menolak Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

5 menit lalu

Top 3 Dunia: Unjuk Rasa Menolak Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

Top 3 dunia pada 26 September 2022, di antaranya mobilisasi militer Rusia ke Ukraina yang mendapat penolakan dari warganya sendiri.


Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

11 jam lalu

Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

Volodymyr Zelensky mencatat pertempuran sengit dengan Rusia masih terjadi di garis depan dengan total panjang lebih dari 2 ribu kilometer.


Penembakan di Sekolah Rusia, 9 Tewas termasuk 5 Anak-Anak

13 jam lalu

Penembakan di Sekolah Rusia, 9 Tewas termasuk 5 Anak-Anak

Seorang pria bersenjata menembak mati sembilan orang, termasuk lima anak-anak, di sebuah sekolah di Udmurtia, Rusia.


Putin Angkat 'Tukang Jagal Mariupol' sebagai Wakil Menteri Pertahanan

14 jam lalu

Putin Angkat 'Tukang Jagal Mariupol' sebagai Wakil Menteri Pertahanan

Presiden Putin memecat Wakil Menteri Pertahanan Dmitry Bulgakov digantikan jagal Mariupol Mikhail Mizintsev, yang memimpin pengepungan di Mariupol


Ukraina Mengejek Langkah Putin Mobilisasi Militer Rusia

14 jam lalu

Ukraina Mengejek Langkah Putin Mobilisasi Militer Rusia

Melalui Twitter, Pemerintah Ukraina membagikan video dengan konten polisi Rusia yang memukuli dan menangkap orang-orang yang memprotes pemanggilan tersebut.


Kazakhstan Tolak Akui Referendum di Ukraina Timur, meski Bermitra dengan Rusia

15 jam lalu

Kazakhstan Tolak Akui Referendum di Ukraina Timur, meski Bermitra dengan Rusia

Kazakhstan tidak akan mengakui kemungkinan pencaplokan wilayah timur Ukraina oleh Rusia melalui referendum, meski mereka merupakan mitra Moskow


Rusia Lindungi Wilayah yang Dicaplok, Ukraina Tak Akan Menyerah

15 jam lalu

Rusia Lindungi Wilayah yang Dicaplok, Ukraina Tak Akan Menyerah

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menjanjikan perlindungan penuh atas wilayah Ukraina yang dicaplok melalui referendum yang dinilai Barat ilegal


Ukraina Terima Sistem Pertahanan Udara Canggih NASAMS dari AS

16 jam lalu

Ukraina Terima Sistem Pertahanan Udara Canggih NASAMS dari AS

Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Ukraina telah menerima sistem pertahanan udara NASAMS yang canggih dari Amerika Serikat.


Mobilisasi Militer Rusia Ditolak di Dagestan, 100 Orang DItahan

22 jam lalu

Mobilisasi Militer Rusia Ditolak di Dagestan, 100 Orang DItahan

Sedikitnya 100 orang ditahan karena protes menentang mobilisasi parsial di Dagestan, wilayah selatan Rusia yang penduduknya mayoritas Muslim


Lansia dan Orang Sakit Dipanggil Wajib Militer, Rusia Berjanji Perbaiki Kesalahan

22 jam lalu

Lansia dan Orang Sakit Dipanggil Wajib Militer, Rusia Berjanji Perbaiki Kesalahan

Rusia berjanji memperbaiki kesalahan dalam pemanggilan mobilisasi wajib militer ke Ukraina, setelah sejumlah lansia dan orang sakit dipanggil bertugas