Konsulat Jenderal Ditutup Karena Donald Trump Tidak Menyukai Cina

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump berbicara selama konferensi pers di Rose Garden di Gedung Putih di Washington, AS, 14 Juli 2020. [REUTERS / Jonathan Ernst]

    Presiden AS Donald Trump berbicara selama konferensi pers di Rose Garden di Gedung Putih di Washington, AS, 14 Juli 2020. [REUTERS / Jonathan Ernst]

    TEMPO.CO, Jakarta - Penasehat politik Gedung Putih, Kellyanne Conway, menyampaikan bahwa ketidaksukaan Donald Trump terhadap Cina berperan dalam penutupan konsulat jenderal negera tirai bambu itu di Houston. Kellyanne Conway berkata, Presiden Amerika itu masih kesal dengan cara Cina menangani pandemi virus Corona.

    "Saya rasa Presiden sudah sering menjelaskan bahwa dia tidak senang dengan sikap Cina. Terutama, soal bagaimana virus Corona menyebar dan minimnya transparansi dari Cina," ujar Kellyanne Conway, dikutip dari Reuters, Rabu, 22 Juli 2020.

    Kellyanne Conway melanjutkan bahwa penutupan Konsulat Jenderal Cina di Houston adalah wujud sikap tegas Amerika terhadap Cina. Presiden Donald Trump, kata ia, tidak khawatir misalkan penutupan konsulat tersebut nantinya berdampak kepada perjanjian dagang Amerika - Cina yang diteken Januari lalu.

    "Presiden juga sudah menjelaskan, di satu sisi kami berkomitmen dengan perjanjian dagang dengan Cina. Di saat bersamaan, kami juga bersikap tegas terhadap Cina," ujar Kellyanne Conway menambahkan.

    Diberitakan sebelumnya, Konsulat Jenderal Cina di Houston ditutup per pekan ini oleh Amerika. Pemerintah Amerika, secara dadakan, memberi tahu diplomat Cina di konsulat untuk mulai mengosongkan kantor. Mereka diberi waktu pengosongan selama tiga hari, hingga Jumat.

    Cina menyesalkan keputusan yang mereka anggap sepihak itu dan memperkeruh hubungan bilateral kedua negara. Cina meminta keputusan penutupan dicabut atau Konsulat Jenderal Amerika di Wuhan akan ditutup.

    Kementerian Luar Negeri Amerika, di sisi lain, menyatakan bahwa penutupan tersebut atas masalah kekayaan intelektual dan keamanan nasional. Hal itu menyusul penangkapan dua hacker Cina, oleh Departemen Hukum Amerika, yang disebut disokong Pemerintah Cina untuk mencuri data virus Corona, persenjataan militer, dan perusahaan asing.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.