Parlemen Uni Eropa Menolak Pemotongan Dana Pendidikan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sidang pleno bulanan di Parlemen Eropa yang terlihat sepi akibat virus corona (COVID-19), di Brussels, Belgia, 10 Maret 2020. REUTERS/Johanna Geron

    Suasana sidang pleno bulanan di Parlemen Eropa yang terlihat sepi akibat virus corona (COVID-19), di Brussels, Belgia, 10 Maret 2020. REUTERS/Johanna Geron

    TEMPO.CO, Brussels - Presiden Parlemen Eropa, David Sassoli, menolak rencana pemotongan anggaran jangka panjang Uni Eropa untuk riset dan program pendidikan Erasmus Huis.

    “Ada proposal di atas meja tapi kita ingin meningkatkan itu. Terutama untuk semua pemotongan anggaran yang kami anggap tidak adil,” kata Sassoli kepada media pada Selasa, 21 Juli 2020 seperti dilansir Reuters.

    Jumlah pers ini digelar sehari setelah para pemimpin Uni Eropa bersepakat untuk dana anggaran sebesar 1.1 triliun euro atau sekitar Rp18.6 triliun untuk periode 2021 – 2027.

    Sassoli menambahkan,”Kita tidak bisa memotong anggaran untuk riset dan generasi muda dan Erasmus. Kita tidak bisa lakukan itu,” kata dia.

    Dia mengatakan proses negosiasi soal pemotongan anggaran ini diperlukan sebelum parlemen menyetujuinya. Namun, parlemen merasa puas dengan paket dana stimulus 750 miliar atau sekitar Rp12.7 ribu triliun untuk memulihkan perekonomian.

    Sassoli mengatakan persetujuan parlemen untuk paket dana stimulus dan anggaran tahunan Uni Eropa bisa berlangsung dalam beberapa bulan.

    Pandemi Covid-19 atau Corona membuat perekonomian Eropa anjlok. Pandemi ini berasal dari Kota Wuhan, Cina bagian tengah, dan terdeteksi pada Desember 2019 seperti dilansir CNN.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.